“Festival ini diharapkan melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, dan memiliki kepedulian mendalam terhadap isu ketahanan pangan sejak dini,” jelas Syamsu Riadi.
Pengangkatan tema ketahanan pangan juga diselaraskan dengan arahan pembangunan nasional, guna memperkenalkan pentingnya menjaga ketersediaan pangan untuk kemajuan berkelanjutan.
“Tema yang kami pilih selaras dengan prioritas nasional, sehingga anak-anak dapat memahami betapa krusialnya menjaga ketahanan pangan untuk masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, M. Refly, memberikan apresiasi penuh terhadap konsistensi penyelenggaraan festival yang telah berjalan selama enam tahun berturut-turut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten OKI, kami ucapkan apresiasi luar biasa. Menyelenggarakan acara bertingkat ini bukan hal mudah dan menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pendidikan karakter serta kreativitas anak-anak,” ungkap M. Refly.
Menurutnya, tema yang diusung sangat relevan untuk membangun kesadaran generasi muda tentang pilar penting pembangunan daerah dan nasional.
“Tema ini sangat tepat karena mengenalkan konsep ketahanan pangan secara dini. Pemerintah Kabupaten OKI mendukung penuh kegiatan ini dan berharap Festival Rumah Peradaban terus berkembang serta memberikan dampak positif yang luas bagi dunia pendidikan di OKI,” jelasnya.
Syamsu Riadi juga mengucapkan terima kasih yang mendalam atas dukungan yang selalu diberikan Pemerintah Kabupaten OKI terhadap pelaksanaan festival setiap tahunnya.
“Dukungan Pemkab OKI menjadi energi utama bagi kami untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kesadaran penuh terhadap pentingnya ketahanan pangan sebagai dasar kemajuan daerah,” tutupnya.
Melalui rangkaian kegiatan Festival Rumah Peradaban ke-6, nilai-nilai kreativitas, kemandirian, dan kesadaran akan ketahanan pangan diharapkan terpatri kuat dalam diri setiap peserta, menjadikan mereka sebagai agen perubahan yang siap membawa Kabupaten OKI menuju masa depan yang lebih berkembang dan berkelanjutan. (*/Yanto)












