
Acara yang mempertemukan jajaran Kepolisian Resor (Kapolres) OKI dengan para hafiz dan hafizah daerah tersebut tidak hanya merayakan pencapaian khataman Al-Qur’an, tetapi juga membangun jembatan kedekatan yang kuat antara institusi keamanan dan generasi pemegang nilai agama.
Para hafiz dan hafizah sebagai aset berharga daerah tidak hanya menjalankan peran sebagai penjaga kemurnian ajaran suci, tetapi juga menjadi simbol harapan dalam membentuk masyarakat yang berakhlak mulia dan berkarakter tangguh.

Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh penghafal Al-Qur’an yang berpartisipasi.
Pejabat tersebut menegaskan bahwa kehadiran generasi Qur’ani membawa kesejukan dalam kehidupan sosial dan berperan sebagai penyeimbang yang efektif di tengah dinamika tantangan kamtibmas saat ini.
“Melalui kegiatan ini, kami konkret mempererat tali silaturahmi dan mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para hafiz dan hafizah, untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman serta kondusif. Nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an harus dijadikan landasan utama dalam setiap aktivitas kehidupan sehari-hari,” tegas Kapolres dalam sambutannya.

Acara ini juga mencerminkan bahwa pembangunan keamanan tidak hanya bergantung pada pendekatan struktural, melainkan juga melalui pemberdayaan nilai-nilai spiritual yang tertanam dalam diri masyarakat.
Ketika prinsip-prinsip keimanan mengakar kuat, potensi terjadinya gangguan kamtibmas akan berkurang secara alami dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan daerah.
Gema lantunan ayat suci dalam acara tersebut tidak sekadar menjadi suara keagamaan, melainkan bertransformasi menjadi gema persatuan yang menguatkan rasa religiusitas, kebersamaan, dan komitmen bersama untuk menjaga kedamaian di Bumi Bende Seguguk.











