Perilaku tersebut tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga mencerminkan lemahnya sistem pengawasan dan penegakan peraturan di tingkat lapangan.
Tawuran Remaja Butuh Pendekatan Preventif Berkelanjutan
Selain itu, GMKI angkat persoalan tawuran remaja yang masih kerap terjadi di kota ini.
Menurut organisasi tersebut, permasalahan sosial yang kompleks ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan represif.
Diperlukan kebijakan preventif yang berkelanjutan, penyediaan akses ruang dan fasilitas pengembangan diri bagi generasi muda, serta keterlibatan multisektoral secara konsisten.
Ketua GMKI Cabang Palembang, Christie Manurung, menjelaskan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mengawal kebijakan publik yang berpihak pada nilai keadilan, kemanusiaan, dan keberagaman.
“GMKI hadir bukan semata-mata untuk mengkritik, tetapi juga menawarkan kerja sama yang konstruktif. Kami ingin memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada nilai keadilan, kemanusiaan, dan keberagaman,” tegas Christie Manurung.

GMKI menegaskan akan terus menjaga sikap independen dan profesional sebagai organisasi mahasiswa, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang erat dengan Pemerintah Kota Palembang.
Harapannya, dialog yang terbangun dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan Kota Palembang yang aman, adil, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat – sesuai dengan tujuan awal pertemuan yang dilakukan untuk kemajuan bersama. (*/Andrian)









