Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Proses pembangunan jembatan gantung di Kabupaten Ogan Komering Ilir memasuki tahapan awal strategis dengan pelaksanaan pembuatan pensil tiang pancang dan penentuan titik fondasi, yang digelar di Desa Kuala Duabelas, Kecamatan Tulung Selapan, pada hari ini.
Kegiatan ini menjadi pijakan krusial untuk memastikan posisi struktur penyangga tepat sasaran dan kekuatan fondasi memenuhi standar teknis yang ditetapkan.
Pembuatan pensil tiang pancang dilaksanakan sebagai penanda presisi untuk pemasangan tiang penyangga utama jembatan.
Sementara itu, penentuan titik fondasi dilakukan secara teliti melalui sinkronisasi antara rancangan teknis yang telah direncanakan dan kondisi geologi serta topografi lapangan yang ada.
Kapten Czi Aldi Armahedi, sebagai pemimpin Tim Satgas Jembatan Gantung, menegaskan pentingnya ketelitian pada tahap awal ini sebagai faktor penentu keberhasilan keseluruhan proyek.
“Penentuan titik fondasi harus dijalankan dengan akurasi maksimal agar konstruksi jembatan yang akan dibangun memiliki kekuatan optimal, aman untuk penggunaan, dan dapat beroperasi secara berkelanjutan untuk kemaslahatan masyarakat luas,” jelasnya dalam keterangannya.
Pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan tanpa hambatan, dengan dukungan penuh dari perangkat desa dan elemen masyarakat setempat.
Sinergi yang terjalin diharapkan dapat mempercepat tahapan pelaksanaan serta memastikan keselarasan antara kebutuhan teknis proyek dan harapan warga wilayah sekitar.
Dengan dibangunnya jembatan gantung ini, masyarakat Desa Kuala Duabelas dan wilayah Kecamatan Tulung Selapan secara luas akan merasakan manfaat nyata dalam bentuk akses transportasi yang lebih lancar, kemudahan dalam menjalankan aktivitas ekonomi, serta peningkatan kualitas dan taraf kesejahteraan hidup secara menyeluruh.
Proyek ini menjadi bukti komitmen untuk memperkuat infrastruktur daerah dan membuka peluang perkembangan yang lebih baik bagi wilayah Ogan Komering Ilir. (*/HS)










