Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Upaya strategis untuk membuka keterisolasian wilayah terpencil di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus digencarkan.
Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui peresmian pembangunan Jembatan “Merah Putih” yang berlokasi di Dusun III, Desa Mataram Jaya, Kecamatan Mesuji Raya, pada Selasa (5/5/2026).

Infrastruktur yang memiliki panjang 12 meter, lebar 1,6 meter, dan tinggi 0,5 meter ini kini menjadi akses vital yang menghubungkan masyarakat dengan wilayah luar.
Kehadiran jembatan ini menjawab keluhan lama warga yang selama ini kesulitan beraktivitas, terutama saat kondisi cuaca ekstrem yang kerap memutus akses jalan.
Pembangunan jembatan fungsional ini merupakan bagian integral dari program kepolisian tahun 2026 yang secara khusus menyasar daerah-daerah dengan keterbatasan infrastruktur.
Proyek ini berhasil terealisasi berkat sinergi yang solid antara institusi kepolisian, pemerintah desa, serta dukungan penuh dari sektor swasta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur sederhana namun tepat guna ini dirancang untuk memberikan dampak langsung dan signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kehadiran Polri tidak hanya terfokus pada penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga hadir untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jembatan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, khususnya bagi putra-putri kami yang menempuh pendidikan,” ungkap Eko Rubiyanto.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kolaborasi erat antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan dunia usaha merupakan kunci utama dalam mempercepat pembangunan di daerah yang sulit dijangkau.
“Sinergi ini menjadi kekuatan kolektif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara konkret dan berkelanjutan,” tambahnya.
Peresmian jembatan turut dihadiri oleh Kapolsek Mesuji Raya Iptu Bambang, SH, MH, Camat Mesuji Raya Edy Wi Marhum, Kepala Desa Mataram Jaya Triono, serta perwakilan perusahaan dan tokoh masyarakat setempat.
Bagi masyarakat setempat, Jembatan “Merah Putih” bukan sekadar bangunan fisik penghubung antarwilayah, melainkan simbol harapan baru.
Dengan terbukanya akses yang lebih baik, diharapkan akan terjadi peningkatan signifikan pada aktivitas ekonomi dan kualitas hidup warga di wilayah tersebut. (*/HS)













