Acara berjalan penuh makna di tengah guyuran hujan deras yang tidak menghentikan semangat peserta maupun aparat kepolisian yang mengamankan.
Pukul 16.00 WIB, sekitar lima puluh eks karyawan mulai berkumpul di lokasi.
Personel Polres Sukoharjo telah membangun pos pengamanan di titik strategis, meliputi area sekitar acara dan akses jalan depan gedung bekas pabrik tekstil terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Pengamanan dilaksanakan dengan pendekatan humanis.
Di sela waktu mengawasi situasi, Kapolres menyempatkan diri menyapa dan berbagi bantuan kepada para pedagang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tetap berjualan di depan lokasi meski cuaca tidak mendukung dan pengunjung minim.
Respons masyarakat terhadap kehadiran Kapolres di tengah hujan sangat positif; para pedagang mengaku merasa diperhatikan dan terbantu di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih pasca kebangkrutan perusahaan.

Rangkaian acara dimulai pukul 16.20 WIB dengan pembukaan resmi dan penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Koordinator Lapangan sekaligus Ketua Solidaritas Eks Karyawan PT Sritex, Agus Wicaksono, menyampaikan arahan kepada seluruh peserta.
“Kita harus tetap menjaga semangat dan bersabar dalam menghadapi segala tantangan. Semoga hak-hak normatif yang seharusnya diterima oleh eks karyawan segera dapat diselesaikan dengan baik,” ucapnya.
Perwakilan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) bekas PT Sritex membacakan naskah refleksi yang menegaskan esensi perjuangan yang dilakukan.
“Perjuangan kami bukan hanya berkutat pada persoalan finansial, melainkan lebih kepada upaya untuk mempertahankan martabat dan menuntut keadilan yang layak,” tegas perwakilan tersebut.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan eks karyawan dan berakhir tepat pukul 16.50 WIB.
Seluruh proses berjalan lancar tanpa kendala, membuktikan komitmen Polres Sukoharjo tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat.












