
Peristiwa dimulai ketika seorang warga yang melakukan perjalanan mudik menuju Lampung mengirimkan laporan darurat melalui nomor 110 dalam kondisi cemas.
Pelapor menyadari kedua anaknya tidak berada di dalam kendaraan setelah melanjutkan perjalanan dari rest area, karena sebelumnya anak-anak pergi ke toilet saat orang tua tertidur dan turun dari mobil tanpa sepengetahuan mereka.

Petugas patroli HK Regu A yang berada di sekitar lokasi turut membantu mengamankan anak-anak selama menunggu proses penyatuan dengan keluarga.
Kedua anak kemudian diantar ke lokasi orang tua mereka di Kilometer 301 A ruas tol, hingga akhirnya berhasil berkumpul dengan selamat tanpa mengalami kendala apapun.
“Layanan 110 kami siagakan selama 24 jam untuk menerima setiap laporan masyarakat. Kami mengimbau para pemudik agar lebih waspada saat beristirahat di rest area, serta memastikan seluruh anggota keluarga dalam kondisi aman sebelum melanjutkan perjalanan,” ujarnya.
Peristiwa ini menunjukkan peran krusial layanan 110 sebagai sarana pengaduan efektif dan responsif dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat di saat darurat.

Selain itu, menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan selama perjalanan mudik agar tidak terjadi kejadian tidak diinginkan, sejalan dengan upaya bersama menjaga keselamatan seluruh pelaku perjalanan. (*/HS)








