
Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI, Dewi Yustisiana, menekankan bahwa program Listrik Desa merupakan prioritas nasional yang terus diperjuangkan.
Ia mengapresiasi upaya semua pihak yang telah bekerja keras demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat, meskipun di tengah berbagai keterbatasan.
Selain melalui jaringan kabel, Dewi juga memaparkan bahwa upaya pemerataan energi di wilayah perairan Kecamatan Cengal juga telah terjawab.
Sebanyak empat desa di wilayah tersebut kini telah mendapatkan penerangan melalui sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang merupakan hasil dari aspirasi yang diperjuangkannya.
“Program listrik desa ini merupakan prioritas nasional. Meski ada keterbatasan anggaran, kami bersyukur masyarakat Sungai Jeruju akhirnya dapat merasakan manfaatnya. Selain itu, empat desa di wilayah perairan Cengal juga telah diterangi melalui PLTS dari aspirasi yang kami dorong,” jelas Dewi.
Kehadiran listrik 24 jam ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga. Herman, salah satu penduduk setempat, mengaku bahwa layanan ini telah lama dinanti.
Sebelumnya, warga hanya mengandalkan genset dengan durasi operasional yang terbatas, sehingga aktivitas belajar anak-anak dan kegiatan ekonomi berjalan terbatas.
“Dulu listrik hanya menyala malam hari. Anak-anak belajar dengan penerangan seadanya. Sekarang mereka bisa belajar lebih baik, dan kegiatan ekonomi juga mulai berkembang,” ungkap Herman dengan rasa syukur.
Dampak nyata dari program ini sangat signifikan. Dusun I yang memiliki total 329 Kepala Keluarga (KK), sebelumnya baru 230 KK yang menikmati listrik secara terbatas.
Dengan diresmikannya jaringan baru ini, tambahan 99 KK kini terhubung, sehingga seluruh warga di dusun tersebut telah menikmati aliran listrik PLN secara menyeluruh.
Hadirnya energi yang stabil ini diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan, meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak, serta memicu pertumbuhan ekonomi kreatif dan produktif bagi masyarakat Desa Sungai Jeruju dan sekitarnya. (*/Heri)











