Dalam aksi tersebut, perwakilan mahasiswa diterima langsung oleh anggota Komisi IV DPRD Sumatera Selatan, Yansuri.
Ia menyampaikan, seluruh aspirasi yang diajukan akan disampaikan secara lengkap kepada pimpinan DPRD untuk ditindaklanjuti secara tepat.
Mahasiswa menguatkan komitmen untuk terus mengawal proses pembatalan rencana pengadaan fasilitas tersebut, sekaligus meminta agar langkah pembatalan dilakukan secara terbuka dan transparan kepada seluruh masyarakat.
Yansuri menjelaskan, dokumen resmi mengenai pembatalan pengadaan fasilitas rumah dinas pimpinan DPRD akan disampaikan secara luas kepada publik setelah momen Idul Fitri.
Selain itu, mahasiswa juga menunggu konfirmasi resmi dari Humas DPRD Sumatera Selatan terkait video pernyataan permintaan maaf yang akan disampaikan pimpinan DPRD kepada masyarakat atas polemik penganggaran tersebut.
Sebagaimana yang digaungkan dalam aksi demonstrasi, semangat kepekaan terhadap kondisi masyarakat dan efisiensi anggaran harus menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan pemerintah.
Langkah transparansi yang akan dilakukan diharapkan dapat membangun kepercayaan publik dan memastikan setiap alokasi anggaran digunakan untuk kepentingan yang lebih mendesak. (*/Andrian)










