Kejadian yang berlangsung di Jalan Jendral Sudirman, dekat Sekolah Dasar Negeri 12 Prabumulih, Kelurahan Patih Galung, kemudian viral di platform media sosial pada hari berikutnya.
Korban, berinisial F.R. (26), sedang mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam tahun 2022 dari arah Pasar Prabumulih menuju kediamannya ketika ditembus oleh pelaku yang naik kendaraan serupa.
Pelaku pertama berusaha mencabut kunci kontak namun gagal, kemudian menendang kendaraan korban hingga ia terjatuh.
Pelaku kemudian membawa kabur kendaraan bernilai sekitar Rp13 juta dan melarikan diri ke arah Muara Enim.
Petugas Polsek Prabumulih Barat langsung merespons laporan yang masuk, melakukan olah TKP, memeriksa saksi yang ada di lokasi, menelusuri rekaman CCTV sekitar area kejadian, serta memetakan jalur pelarian pelaku.
Koordinasi erat juga dilakukan dengan tim operasional untuk mempercepat identifikasi dan penangkapan pelaku.
“Kami pastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti secara menyeluruh. Penyelidikan terus berjalan dan pelaku akan kami kejar hingga berhasil ditangkap,” tegasnya.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa proses penyidikan telah dimulai sejak awal kejadian.
“Penyidik segera turun ke lapangan untuk mengumpulkan bukti dan melakukan pemeriksaan mendalam. Saat ini fokus utama kami adalah mengidentifikasi dan menangkap kedua pelaku yang masih bersembunyi,” ujarnya.
Selain menangani kasus, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara pada malam hari.
“Hindari berkendara sendirian di lokasi yang minim pemukiman atau kurang ramai. Bila mengalami atau mengetahui kejadian serupa, segera laporkan melalui nomor layanan darurat 110 agar dapat ditindaklanjuti tanpa penundaan,” pungkasnya.
Penyidik terus mengembangkan kasus dan melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Polda Sumatera Selatan menegaskan akan menindak tegas setiap bentuk kejahatan jalanan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sesuai dengan amanah yang diemban. (*/HR)











