
“Kita ingin anak-anak muda tumbuh dengan kebanggaan terhadap budayanya sendiri,” katanya.
Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal
Yanti (43), seorang pelaku UMKM Kayuagung, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya Malam Tapai.
“Alhamdulillah, dagangan saya habis malam ini. Semoga acara seperti ini sering diadakan. Kami para pedagang kecil merasa sangat terbantu,” tuturnya dengan wajah sumringah.
Rafi (19), seorang mahasiswa asal Kayuagung yang baru pertama kali mengikuti Malam Tapai, mengaku terkesan dengan suasana yang kental akan nilai budaya dan kebersamaan.
“Saya kira ini cuma pasar malam biasa, ternyata ada banyak pertunjukan budaya dan makanan tradisional yang jarang saya temui. Seru banget dan bikin saya lebih kenal sama budaya daerah sendiri,” ujarnya antusias.
Dengan suksesnya Malam Tapai, Pemerintah Kabupaten OKI menegaskan komitmennya untuk terus menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan adat budaya lokal sebagai identitas sekaligus kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.
Tradisi ini bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Kayuagung, tetapi juga aset berharga yang harus dilestarikan untuk generasi mendatang. (*/Red)














