
Pertemuan tersebut menyatukan jajaran pemerintah Kabupaten Banyuasin dengan manajemen PT Mustika Jimbaran Indah, yang dipimpin Direktur Utama Yen Suriana Muliadi.
Pembahasan fokus pada kondisi infrastruktur air bersih saat ini, karakteristik geografis wilayah, serta profil kebutuhan masyarakat yang menjadi dasar perumusan kerjasama.

Bupati Kabupaten Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa upaya penanganan permasalahan air bersih telah berjalan jauh sebelum masa pandemi COVID-19.
Namun, dampak pandemi terhadap anggaran daerah menghambat percepatan perbaikan sistem Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

“Upaya kami mengatasi kesulitan air bersih telah dimulai jauh sebelum pandemi datang. Namun kondisi ekonomi pasca-pandemi berdampak signifikan terhadap kemampuan kita merealisasikan perbaikan PDAM,” jelas Bupati Askolani.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa kerjasama yang direncanakan bukanlah kolaborasi sementara, melainkan langkah strategis yang memerlukan persiapan kebijakan politik dan aspek pendukung lainnya untuk menjamin kelancaran implementasi.
Dihadapan Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Ir. Alfian, MM., Bupati Askolani menekankan bahwa aspek teknis penyediaan air bersih telah memiliki dukungan ahli dan tenaga profesional yang kompeten.
“Untuk urusan teknis, kapasitas sumber daya manusia yang mumpuni telah siap mendukung. Segera lakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (MoU) setelah kesepakatan tercapai, agar masyarakat bisa segera merasakan manfaat akses air bersih yang layak,” tegasnya.
Dengan langkah konkret ini, harapan akan terwujudnya sistem penyediaan air bersih yang handal dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Banyuasin semakin terbuka lebar.
Semua upaya diarahkan untuk menjamin akses layanan dasar yang menjadi hak setiap warga negara, sesuai dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (*/Sangkut)












