Operasi Senpi Musi 2026 Hari ke-10: Polres OKI Bongkar Lokasi Pembuatan dan Penyimpanan Senjata Api Ilegal

Operasi Senpi Musi 2026 Hari ke-10: Polres OKI Bongkar Lokasi Pembuatan dan Penyimpanan Senjata Api Ilegal

Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan Memasuki hari ke-10 pelaksanaan Operasi Senpi Musi 2026, jajaran Polres Ogan Komering Ilir kembali mencatat keberhasilan signifikan dalam menindak peredaran dan pembuatan senjata api tanpa izin.

Sebuah lokasi penyimpanan sekaligus tempat perakitan senjata api rakitan berhasil dibongkar petugas, beserta sejumlah barang bukti berbahaya yang diamankan dari kediaman tersangka.

banner"300x300"title"300x300" banner"300x300"title"300x300"
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto didampingi jajaran memberikan keterangan pers terkait keberhasilan pengungkapan kasus kepemilikan dan pembuatan senjata api ilegal pada hari ke-10 pelaksanaan Operasi Senpi Musi 2026. | Foto Dok: Polres OKI.

Penggerebekan dilakukan secara terarah pada Senin, 22 Juni 2026, sekitar pukul 06.30 WIB di Desa Berkat, Kecamatan SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Dari hasil penggeledahan yang sesuai prosedur hukum, petugas mengamankan seorang pria berinisial NS, berusia 60 tahun, warga setempat yang diduga bertindak sebagai pemilik sekaligus pembuat senjata api ilegal tersebut.

Kapolres OKI beserta jajaran Sat Reskrim memperlihatkan senjata api rakitan, peralatan pembuatan, dan bahan berbahaya yang disita dalam pengungkapan kasus pada hari ke-10 Operasi Senpi Musi 2026. | Foto Dok: Polres OKI.

Dari lokasi kejadian, petugas menyita dua pucuk senjata api rakitan laras panjang, satu pucuk senjata api jenis pen gun, serta amunisi dalam berbagai jenis kaliber.

Selain itu, ditemukan pula delapan bilah senjata tajam, satu unit ketapel beserta delapan anak panah, dua unit gerinda lengkap dengan peralatan perkakas, serta sejumlah perlengkapan yang diduga digunakan untuk merakit dan memodifikasi senjata.

Penyelidikan juga menemukan barang bukti tambahan yang meningkatkan tingkat keparahan kasus: dua botol berisi bahan yang diduga merupakan campuran pembuat bom molotov, tiga botol alat hisap sabu, satu unit timbangan digital, dan satu kotak pipet kaca.