Selain perluasan jaringan sumber dana, seluruh OPD diwajibkan untuk menerjemahkan visi-misi kepala daerah ke dalam program-program konkret yang dapat diukur hasil capaiannya.
Empat langkah strategis telah ditetapkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi daerah, yaitu percepatan realisasi belanja, inovasi pengelolaan PAD tanpa memberatkan masyarakat, pemanfaatan penuh program strategis nasional, serta penciptaan kemudahan investasi bagi sektor swasta.
Bupati Kabupaten OKI, H. Muchendi Mahzareki, melalui Asisten Bidang Ekonomi dan Keuangan Sekretariat Daerah OKI, Muhammad Lubis, menegaskan bahwa RKPD 2027 menempati posisi strategis dalam periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Dokumen perencanaan tersebut akan menjadi dasar penyusunan Kerangka Acuan Umum Pengeluaran dan Pembiayaan Anggaran Sekolah (KUA-PPAS) hingga penyusunan APBD tahun 2027.
“Perencanaan yang matang menjadi fondasi arah pembangunan dan penentu keberhasilan seluruh program yang dilaksanakan,” ucap Muhammad Lubis saat membacakan sambutan resmi Bupati OKI.
Pemerintah Kabupaten OKI mencatat bahwa capaian tahun pertama pelaksanaan RPJMD menunjukkan tren perkembangan yang positif, mencakup peningkatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penurunan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran.
Meskipun demikian, tantangan fiskal yang terus muncul menuntut pendekatan yang hati-hati sekaligus inovatif dalam pengelolaan pembiayaan daerah.
Dengan berbagai strategi yang telah dirumuskan, upaya penguatan pembiayaan daerah di OKI diharapkan dapat menjawab tantangan yang ada dan mengantarkan pembangunan menuju arah yang lebih berkelanjutan, sejalan dengan harapan seluruh lapisan masyarakat. (*/HS)














