PLN Siapkan Listrik Prima Untuk Salat Idul Fitri Di Masjid-Masjid Utama Palembang

PLN Siapkan Listrik Prima Untuk Salat Idul Fitri Di Masjid-Masjid Utama Palembang

Spread the love
         
 
  
                 
   
Palembang, Radar Keadilan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) telah menyelesaikan serangkaian pengecekan dan pemantapan sistem kelistrikan di sejumlah masjid utama Kota Palembang, sebagai bagian dari upaya pengamanan energi jelang pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah.

Langkah strategis ini dirancang untuk menjamin kelancaran ibadah serta kenyamanan masyarakat pada momen perayaan puncak tahunan umat Islam.

Pemeriksaan menyeluruh dilaksanakan secara langsung oleh tim yang dipimpin General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, pada hari Kamis.

Kegiatan ini masuk dalam rangkaian program siaga khusus PLN selama periode Lebaran, dengan fokus utama pada titik-titik vital yang menjadi pusat kegiatan ibadah seperti masjid dan mushola di seluruh wilayah operasional.

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo, salah satu lokasi sentral pelaksanaan Salat Idul Fitri di Palembang, mendapatkan perhatian khusus. PLN mengkonfirmasi pasokan listrik di masjid tersebut beroperasi dalam kondisi optimal dengan kapasitas daya tersambung 105 kVA.

Dukungan keandalan juga diperkuat melalui sistem cadangan beragam teknologi, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 15 kWp, genset 50 kW, serta perangkat Uninterruptible Power Supply (UPS) 10 kVA.

“Kami komitmen memastikan seluruh masyarakat menjalankan ibadah Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan tanpa hambatan gangguan listrik. Kesiapan sistem kelistrikan di lokasi-lokasi pusat ibadah menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian persiapan siaga Lebaran kami,” tegas Adhi Herlambang.

Tim teknisi PLN melakukan pemeriksaan menyeluruh pada peralatan kelistrikan untuk memastikan pasokan energi stabil dan andal, mendukung kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari maupun ibadah pada momen penting.| Yos, radarkeadilan.com

Pengurus Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo, Iqbal Hasan Zainal, memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan PLN.

Menurutnya, pasokan listrik di masjid telah terjaga dengan stabilitas tinggi selama bulan Ramadan yang lalu.

“Selama pelaksanaan ibadah Ramadan, kami tidak mengalami satu pun gangguan listrik. Tindakan pemeriksaan dan pemantapan yang dilakukan PLN hari ini semakin memberikan rasa keamanan dan ketenangan bagi seluruh jamaah dalam menyambut pelaksanaan Salat Idul Fitri,” jelas Iqbal Hasan Zainal.

Selain masjid agung, PLN juga melakukan pengecekan menyeluruh di Masjid Raya Taqwa – lokasi lain yang menjadi tujuan utama masyarakat untuk melaksanakan Salat Idul Fitri.

Di lokasi ini, kapasitas pasokan listrik tercatat 53 kVA, dengan dukungan teknis berupa genset 7 kVA dan UPS 6 kVA.

Sistem kelistrikan di masjid tersebut juga diperkuat melalui skema Automatic Change Over Switch (ACOS) yang menghubungkan dua sumber suplai energi, sebagai antisipasi potensi gangguan yang mungkin terjadi.

PLN UID S2JB menegaskan komitmen berkelanjutan untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama seluruh periode siaga Idul Fitri.

Upaya ini diharapkan dapat mendukung masyarakat dalam menjalankan ibadah dengan khusyuk serta merayakan Lebaran dengan penuh kedamaian dan kenyamanan – sesuai dengan tujuan utama persiapan energi yang telah direncanakan secara matang sejak awal.

Narahubung:
Iwan Arissetyadhi
Manager Komunikasi & TJSL PLN UID S2JB
Telepon: 0711 358355, 358671, 358804, 358859
Faksimili: 0711 310376, 357440

Sekilas PT PLN (Persero):
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kelistrikan nasional yang terus berkomitmen dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggan.

PLN menjalankan agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi salah satu perusahaan terbaik di dunia (Top 500 Global Company) serta pilihan utama masyarakat untuk solusi energi.

Capaian visi ini diwujudkan melalui pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, implementasi digitalisasi secara menyeluruh, pelaksanaan transisi energi untuk mendukung pencapaian Net Zero Emissions (NZE), serta pengembangan proses bisnis dengan sumber daya manusia berkualitas internasional(*/Yos)

BERITA TERKAIT