Aksi ini dilakukan secara terkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk meminimalkan dampak kecelakaan dan memastikan keselamatan masyarakat sekitar lokasi kejadian.
Kecelakaan melibatkan bus penumpang yang terperosok di kawasan Desa Sugihwaras.
Laporan dari warga melalui layanan darurat polisi 110 memungkinkan petugas gabungan tiba di lokasi dengan segera.
Peran utama PLN dalam penanganan ini adalah memastikan keamanan infrastruktur kelistrikan di sekitar lokasi, terutama karena kecelakaan menyentuh jaringan listrik.
Tindakan ini bertujuan untuk mencegah risiko bahaya sengatan listrik selama proses penyelamatan dan menjaga keandalan pasokan listrik tidak terganggu dalam jangka panjang.
Manajer ULP Lembayung, Rizki Tungguan, menegaskan bahwa tanggapan cepat terhadap kejadian semacam ini merupakan prioritas utama perusahaan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan Polres Lahat, Dinas terkait beserta warga sekitar dalam proses evakuasi bersama ini sehingga kehandalan listrik dapat tetap terjaga,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Sementara itu, pihak kepolisian bersama instansi terkait melakukan evakuasi bus yang terperosok ke dalam jurang dengan menggunakan alat berat.
Aksi kolaboratif ini menjadi bukti efektivitas koordinasi lintas instansi dalam menangani situasi darurat, sekaligus mempertegas komitmen untuk melindungi fasilitas publik dan menjamin keselamatan serta kenyamanan masyarakat.
Sejalan dengan tanggapan cepat pada saat kejadian, upaya pemeliharaan dan pemantauan lanjutan terhadap jaringan listrik dilakukan untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil dan aman bagi seluruh pengguna di wilayah tersebut. (*/Yos)












