
Tindakan cepat dilakukan Selasa (17/3/2026) dengan Kapolres Musi Banyuasin AKBP Ruri Prastowo memimpin langsung penguraian kemacetan sepanjang ruas Km 148 hingga Km 185, guna memastikan kelancaran arus mudik nasional.
Jalintim sebagai jalur utama distribusi dan mobilitas pemudik di Pulau Sumatera masuk dalam pengawasan terpusat Polri.
Pihak Polres Muba membentuk tim khusus pengurai kemacetan dan memperkuat personel di titik-titik krusial sebagai respons terhadap lonjakan arus kendaraan yang terjadi sejak 14 hingga 16 Maret 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menuju Jambi dan wilayah Sumatera bagian utara.
Kepadatan kendaraan terfokus pada dua segmen utama, yaitu Km 148–160 di wilayah Simpang Tungkal dan Km 176–185.
Pihak Polda Sumsel melalui jajaran Polres Muba mengidentifikasi beberapa faktor penyebab kemacetan: kontur jalan bergelombang dengan tanjakan dan turunan yang memperlambat laju kendaraan berat; volume tinggi truk logistik yang melintas di jalur tersebut; perilaku pengendara yang melawan arus; serta insiden kendaraan rusak ditambah kapasitas jalan yang terbatas.
Petugas mengatur sistem tarik arus, melakukan pengantongan kendaraan besar, serta mengevakuasi kendaraan bermasalah secara instan menggunakan alat berat dan derek yang telah disiagakan sejak awal operasi.
Upaya pengurangan kemacetan berlanjut hingga malam hari, termasuk pada waktu berbuka puasa dan sahur. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya stagnasi lalu lintas yang berkepanjangan.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menegaskan posisi Jalintim sebagai jalur prioritas nasional yang harus dijaga kelancarannya selama periode mudik.
“Kami pastikan seluruh jajaran bergerak cepat dan responsif di lapangan. Jalintim adalah jalur strategis nasional, sehingga tidak boleh terjadi kemacetan berkepanjangan yang menghambat mobilitas masyarakat,” ucapnya.

Kapolda juga menekankan pentingnya sinergi lintas satuan dalam menangani setiap gangguan lalu lintas.
Pihak Polda Sumsel mengerahkan dukungan tambahan dari Ditlantas dan Brimob untuk memperkuat pengamanan serta pengaturan lalu lintas di titik kritis, menunjukkan komando terpadu dalam mengendalikan arus mudik di wilayahnya.
Selain itu, personel Polres Muba juga memberikan takjil kepada pemudik yang terjebak kemacetan sebagai bentuk pelayanan humanis Polri.
“Kami turun langsung di lapangan, bahkan sampai buka puasa dan sahur di jalan untuk memastikan arus lalu lintas tetap bergerak,” jelas AKBP Ruri Prastowo.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyatakan bahwa langkah-langkah tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Polda Sumsel memastikan seluruh jajaran bergerak cepat dan hadir langsung di lapangan. Ini komitmen kami untuk memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik bagi pemudik,” tandasnya.
Pihak Polda Sumsel mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas, tidak melakukan pelanggaran lalu lintas seperti melawan arus, serta selalu menjaga keselamatan selama perjalanan.
Masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110 untuk kondisi darurat.
Sejalan dengan komitmen awal dalam mengamankan arus mudik nasional, Polda Sumatera Selatan terus menjaga pengawasan ketat terhadap Jalintim sebagai jalur strategis Sumatera.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat berlangsung aman, tertib, dan lancar selama pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026. (*/Desi)











