Polda Sumsel Transformasi Kapal Patroli Jadi Ambulans Apung, Bantu Warga Perairan Dapat Akses Medis Cepat

Polda Sumsel Transformasi Kapal Patroli Jadi Ambulans Apung, Bantu Warga Perairan Dapat Akses Medis Cepat

Palembang, Radar Keadilan Pemerintah Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menghadirkan inovasi Ambulans Apung sebagai solusi konkret untuk mengatasi keterbatasan akses layanan kesehatan darurat bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perairan dan terpencil di sepanjang Sungai Musi serta sekitarnya.

Ambulans Apung Polda Sumsel siap berlayar di perairan yang luas untuk menjangkau setiap sudut wilayah terpencil, menjadi bukti komitmen Polri dalam memberikan layanan kesehatan yang merata dan dapat diandalkan kapan saja.| Andrian, radarkeadilan.com

Inisiatif ini mengubah fungsi kapal patroli menjadi sarana evakuasi medis yang siap beroperasi kapan saja.

banner"300x300"title"300x300" banner"300x300"title"300x300"

Transformasi dilakukan pada Kapal Pol V-1027 Upang yang sebelumnya berfungsi untuk patroli keamanan perairan.

Modifikasi dilakukan guna menjawab tantangan geografis Sumatera Selatan yang sebagian besar wilayahnya didominasi perairan, sehingga akses menuju fasilitas kesehatan sering terhambat oleh keterbatasan transportasi dan waktu tempuh.

Masyarakat di wilayah seperti Desa Upang Kabupaten Banyuasin selama ini menghadapi risiko tinggi ketika membutuhkan penanganan medis darurat.

Melalui Ambulans Apung, Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Sumsel menghadirkan sistem evakuasi terintegrasi dengan respons cepat.

Kapal dilengkapi dengan ruang pasien khusus, tandu darurat, perlengkapan medis dasar, sistem oksigen, serta peralatan komunikasi untuk koordinasi langsung dengan rumah sakit rujukan.

Personel Polairud ditempatkan secara terus-menerus selama 24 jam untuk memastikan setiap laporan darurat mendapatkan tanggapan optimal.

Proses evakuasi dimulai dari penjemputan pasien di dermaga lokasi, kemudian kapal mengangkut pasien menuju rumah sakit rujukan di Palembang dengan estimasi waktu tempuh sekitar satu jam.