Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, menegaskan pentingnya kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya yang ada untuk mencapai target yang diharapkan.

“Karena tidak ada tambahan modal dari pemprov, perusahaan harus mampu mengoptimalkan anggaran internal untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan,” tegasnya dalam pidatonya.
Direktur Utama PT Tirta Sriwijaya Maju, Adib Ubaidillah, menjelaskan bahwa RUPS tahun ini membahas sembilan agenda utama sebagai bentuk akuntabilitas resmi dari direksi dan komisaris kepada seluruh pemegang saham.
Agenda strategis utama yang menjadi fokus perbincangan meliputi rencana penguatan investasi di Kabupaten Banyuasin dan perluasan kapasitas layanan di wilayah Kota Palembang.
Seluruh rencana pengembangan tersebut akan dijalankan sepenuhnya menggunakan dana internal perusahaan, tanpa dukungan tambahan modal dari pemerintah daerah.
Untuk tahun buku 2024 yang dibayarkan pada tahun 2025, jumlah dividen yang disetorkan mencapai Rp5 miliar, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp3,4 miliar.
Evaluasi kesehatan perusahaan yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan juga menunjukkan perkembangan positif, dengan tercatat peningkatan kinerja perusahaan secara signifikan di berbagai aspek operasional.
Dengan fokus pada optimalisasi dana internal dan implementasi rencana strategis, PT Tirta Sriwijaya Maju berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusinya bagi daerah dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, sesuai dengan harapan seluruh pemangku kepentingan. (*/Andrian)














