Keesokan harinya, Sabtu (27/9/2025), Ruqhayah dirujuk ke rumah sakit Bunda Palembang, dan selanjutnya dirujuk ke RSMH Palembang untuk menjalani operasi kolostomi. Prosedur ini merupakan tahapan awal sebelum operasi rekonstruksi saluran pencernaan.
Kepala Dinas Kesehatan OKI, H. Iwan Setiawan, SKM., M.Kes, memastikan bahwa pendampingan penuh akan diberikan kepada Ruqhayah dan keluarganya.
“Kami sudah berkoordinasi dengan rumah sakit rujukan. Tim pendamping dari Dinkes akan terus memantau kondisi medis dan membantu keperluan administratif keluarga selama proses pengobatan berlangsung,” jelasnya.
Selain bantuan medis, Pemerintah Kabupaten OKI juga memberikan bantuan disabilitas berupa kursi roda anak, sembako, dan perlengkapan tidur. Nenek Ruqhayah juga telah terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Lansia.
Rico, ayah Ruqhayah, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan.
“Saya tidak tahu harus berkata apa selain terima kasih. Bapak Bupati datang langsung ke rumah kami, dan sekarang anak saya bisa dioperasi. Ini pertolongan yang besar bagi kami,” ungkapnya dengan haru.
Perjalanan Ruqhayah masih panjang, namun dukungan dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi bukti bahwa harapan selalu ada bagi mereka yang membutuhkan. (*/Red)














