TP PKK OKI Gencarkan Literasi Digital Keluarga: Selamatkan Anak dari Bahaya Gawai

Program PAREDI Jadi Garda Terdepan Bentengi Generasi Muda OKI dari Dampak Negatif Teknologi

Berita, OKI, PENDIDIKAN, PKK, SOSIAL2688 Dilihat

Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan Di tengah derasnya arus digitalisasi, Tim Penggerak PKK Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengambil langkah proaktif dengan mengajak para orang tua untuk memperkuat pola asuh anak di era gawai.

Melalui program Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAREDI), PKK OKI berupaya membangun kesadaran keluarga agar tidak menyerah pada tantangan dunia digital yang semakin kompleks.

banner"300x300"title"300x300" banner"300x300"title"300x300"

Ketua TP PKK Kabupaten OKI, Hj. Ike Muchendi, menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam mendampingi anak-anak di era digital ini.

Hj. Ike Muchendi, Ketua TP PKK OKI, berinteraksi hangat dengan para peserta dalam kegiatan sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAREDI). Bersama, kita ciptakan lingkungan digital yang aman dan positif bagi generasi penerus OKI./radarkeadilan.com

“Anak-anak kita tumbuh di dunia digital yang serba cepat. Tugas kita sebagai orang tua bukan melarang, tapi mendampingi dan mengarahkan agar teknologi membawa manfaat, bukan mudarat,” tegas Ike saat melakukan Supervisi, Pembinaan, Evaluasi, dan Monitoring TP PKK Kecamatan dan Desa di Mesuji Makmur dan Lempuing, Senin (3/11/2025).

Ike menjelaskan bahwa gawai telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak, berfungsi sebagai sarana belajar dan hiburan.

Namun, tanpa pengawasan yang memadai, anak-anak rentan terpapar konten negatif, kecanduan game, dan kehilangan interaksi sosial.

Ketua GOW OKI, Ny. Diyem Wahyuni Supriyanto, bersama Ketua TP PKK OKI, Hj. Ike Muchendi, bersinergi dalam mendukung program Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAREDI). Komitmen bersama untuk mewujudkan generasi OKI yang cerdas dan berakhlak mulia di era digital./radarkeadilan.com

“Orang tua harus membatasi waktu penggunaan gawai, memantau aktivitas daring anak, serta mendorong kegiatan positif di luar layar seperti membaca, bermain, dan berolahraga bersama keluarga,” imbau Ike.