Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai ini menjadi bukti nyata kepedulian bersama terhadap lingkungan sekaligus momentum mempererat tali persaudaraan antarwarga.
Pengurus Persatuan Keluarga Mahasiswa (PKM) Talang Bandung, melalui perwakilan Rahmat, sebelumnya menyebarkan ajakan kegiatan tersebut melalui grup komunikasi PKM.
Undangan disampaikan kepada seluruh anggota PKM dan masyarakat Lingkungan 01 untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan sosial yang penuh makna ini.
Respon positif langsung muncul, dengan warga datang antusias membawa peralatan kebersihan pribadi sejak pagi hari.
Setelah kegiatan dimulai, suasana kebersamaan terasa mendalam di lokasi. Warga secara spontan membagikan tugas sesuai kemampuan masing-masing tanpa perlu arahan panjang.
Sebagian memotong dahan dan ranting pohon yang tumbuh rimbun, sehingga cahaya matahari dapat menembus sela-sela pepohonan dan membuat area makam terlihat lebih terang, rapi, serta bersih.
Sebagian lainnya fokus membersihkan rumput liar yang tumbuh di sekitar pusara, mencabut semak belukar, dan meratakan permukaan tanah yang tidak rata.
Kerjasama yang solid membuat seluruh pekerjaan terasa lebih ringan dan terselesaikan dengan cepat.
Kegiatan diikuti oleh jajaran kepengurusan PKM Talang Bandung beserta anggotanya dari berbagai Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Talang Jawa.
Bahkan, masyarakat dari luar kelurahan, seperti warga Rumah Sakit Sosial (RSS) Om Budi, turut serta berkontribusi dalam gotong royong ini.
Ketua RT 17, Mulyadi (akrab disapa Bang Waras), menghadiri langsung lokasi dan menjadi sumber semangat bagi seluruh peserta untuk menjaga kekompakan.
Turut hadir pula Ketua RT 02, Debi Ardi, bersama warganya yang menunjukkan solidaritas tinggi. Warga RT 16 dan RT 01 juga tidak ketinggalan, membaur dalam kegiatan ini tanpa adanya batasan wilayah.
“Kita ingin kebersamaan ini terus terjaga, apalagi menjelang bulan suci Ramadan. Mari kita sambut dengan hati yang bersih dan saling memaafkan,” ujar Debi Ardi dalam kesempatan tersebut.
Menurutnya, gotong royong bukan sekadar tradisi budaya, melainkan kekuatan utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan antarwarga.
Pengurus Masjid Al Ansor juga turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, sehingga menambah nuansa religius yang mendalam pada momen tersebut.
Selama proses berlangsung, suasana tetap hangat dengan canda tawa yang menyelingi kerja keras.
Salah satu warga RT 02, Siswanto (Bang Siswanto), menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat dijalankan secara rutin ke depannya.
Ia menilai bahwa kebersamaan adalah modal utama untuk membangun lingkungan yang harmonis dan penuh kasih sayang.
Seperti yang diharapkan sejak awal, gotong royong ini tidak hanya menghasilkan area pemakaman yang lebih bersih dan terawat, tetapi juga menjalin interaksi yang memperkuat rasa kekeluargaan di tengah masyarakat.
Semangat saling membantu dan memperbanyak kebaikan menjadi pesan utama yang disampaikan melalui kegiatan ini sebagai bentuk persiapan lahir dan batin menjelang kedatangan bulan suci.
Dengan demikian, masyarakat Talang Bandung menunjukkan bahwa nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial tetap hidup dan terjaga dengan baik.
Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah pun disambut dengan lingkungan yang bersih, hati yang lapang, serta semangat persaudaraan yang semakin kokoh – menjadi bukti bahwa perbedaan wilayah dan latar belakang tidak pernah menjadi penghalang untuk bersatu dalam tindakan kebaikan. (*/Yos)













