
“Target 907 miliar, realisasi hanya 291 miliar! Ini sangat tidak memuaskan dan harus jadi perhatian serius, terutama bagi bupati terpilih,” tegas Feri.
Ia mendesak Pemkab OKI menyusun anggaran yang realistis dan berbasis potensi riil daerah.
“Jangan hanya target kosong, kita butuh proyeksi yang bisa dijalankan!” serunya.
Reformasi Total Sistem Pengelolaan PAD
DPRD OKI mendesak reformasi total sistem penggalian PAD. Evaluasi kinerja BUMD, optimalisasi sektor pajak dan retribusi, serta penggarapan potensi ekonomi lainnya menjadi kunci. Perencanaan anggaran ke depan harus berbasis data dan analisis yang terukur, bukan sekadar mengejar predikat administratif. (Red)












