Babinsa Koramil Sungai Menang Gelar Patroli Terpadu, Tangkal Potensi Banjir di OKI

Wilayah Desa Gajah Mati Jadi Fokus Kegiatan Antisipatif Jelang Musim Hujan Ekstrem

Spread the love
         
 
  
                 
   
Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan Guna mengantisipasi potensi banjir akibat badai hujan ekstrem yang mengguyur kawasan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Babinsa Koramil 402-13/Sungai Menang melaksanakan patroli terpadu bersama elemen masyarakat lokal.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 20.45 WIB Minggu (11 Januari 2026) berjalan lancar dan aman, meskipun kondisi cuaca tetap tidak mendukung.

Lokasi pelaksanaan difokuskan di Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang – wilayah yang memiliki risiko tinggi terdampak banjir akibat karakteristik geografisnya dan aliran sungai yang melintasi kawasan tersebut.

Tindakan proaktif ini bertujuan memantau kondisi lapangan secara langsung, mengidentifikasi titik rawan genangan air, serta memastikan seluruh sistem tanggap darurat siap beroperasi jika terjadi kejadian luar biasa.
PATROLI TERPADU ANTISIPASI BANJIR BERJALAN OPTIMAL
Pada 11 Januari 2026 pukul 23.14 WIB (koordinat 3°57’46″S 105°41’9″E), Babinsa Koramil 402-13/Sungai Menang bersama masyarakat Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, melakukan pemantauan dan koordinasi dalam rangka antisipasi potensi banjir. Perlengkapan patroli siap digunakan, dan semangat kolaborasi antara aparatur dan warga menjadi pijakan kuat untuk menjaga keamanan serta kesejahteraan wilayah berisiko tinggi ini.|radarkeadilan.com

“Kolaborasi antara aparatur dan masyarakat menjadi pilar utama dalam menangkal serta meminimalkan dampak bencana alam,” ujar sumber resmi dari Koramil 402-13/Sungai Menang.

“Patroli terpadu ini merupakan bukti nyata komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan setiap warga OKI.”

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan serangkaian tindakan konkret: memantau perubahan ketinggian air sungai secara berkala, memeriksa kelancaran aliran saluran drainase agar tidak tersumbat sampah atau material lain, serta menyebarkan informasi dan edukasi langsung kepada warga tentang langkah-langkah evakuasi dan penanganan awal jika banjir terjadi.

Upaya proaktif seperti yang dilakukan di Desa Gajah Mati diharapkan mampu menekan risiko dampak banjir secara maksimal dan menjaga kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat.

Sinergi antar pihak ini memperkuat gerakan bersama untuk menjaga keamanan wilayah, selaras dengan gerakan nasional dalam pengelolaan dan mitigasi bencana alam.

Seperti yang telah dilakukan, kolaborasi yang solid menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan musiman yang berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari dan keamanan warga. (*/Red)