Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Semarak dan antusiasme luar biasa mewarnai pelaksanaan hari kedua ajang Kapolres OKI Cup 2026 yang digelar di kawasan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Minggu (10/5/2026).
Berbeda dengan hari pembukaan yang menampilkan beragam kategori, hari ini perlombaan secara khusus dikhususkan bagi burung perkutut — jenis burung berkicau yang telah lama memiliki kedudukan istimewa dan nilai budaya mendalam di tengah masyarakat setempat.
Ratusan peserta beserta pendukungnya berdatangan dari berbagai daerah, memadati lokasi perlombaan sejak dini hari untuk turut serta menyaksikan sekaligus mengadu kemampuan burung peliharaan mereka.
Suasana di lokasi terasa begitu hidup dan meriah. Deretan sangkar burung perkutut tersusun rapi berjejer, menampilkan keindahan sekaligus keunggulan masing-masing peserta.
Tim penilai yang telah berpengalaman bekerja secara teliti dan objektif dalam menentukan peringkat, dengan mengacu pada kriteria utama berupa kejernihan dan kekuatan suara, kerapian irama kicauan, hingga ketahanan serta durasi anggungan burung.
Lebih dari sekadar ajang persaingan, kegiatan ini berubah menjadi wadah silaturahmi yang hangat, tempat para pecinta burung saling bertukar pengalaman, pengetahuan, dan mempererat persaudaraan antarkomunitas.
Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa penyelenggaraan Kapolres OKI Cup merupakan wujud nyata upaya membangun jembatan keakraban antara jajaran Kepolisian Resor Ogan Komering Ilir dengan seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan ini juga diselenggarakan dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Bhayangkara ke-80, sebagai bentuk pendekatan yang manusiawi dan berlandaskan nilai-nilai luhur kebersamaan.
“Perlombaan burung perkutut ini bukan sekadar ajang berkompetisi untuk meraih kemenangan atau hadiah semata. Kegiatan ini menjadi sarana yang sangat berharga untuk mempererat kebersamaan, memelihara tali persaudaraan, sekaligus melestarikan warisan budaya dan hobi yang telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat kita. Kami sangat berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung dan memberikan dampak nyata yang positif serta bermanfaat bagi kemajuan masyarakat dan daerah,” tegas AKBP Eko Rubiyanto.
Menurutnya, tingginya jumlah peserta dan semangat yang ditunjukkan pada hari kedua ini menjadi bukti nyata betapa besarnya minat dan kecintaan masyarakat terhadap dunia burung berkicau, terutama burung perkutut yang memiliki keunikan tersendiri dari segi keindahan suara maupun makna filosofis yang melekat dalam budaya setempat.
Selain menciptakan persaingan yang sehat dan menjunjung tinggi sikap sportivitas, ajang ini turut memberikan dampak ekonomi yang terasa langsung bagi masyarakat sekitar.
Berbagai pelaku usaha kecil dan pedagang makanan serta minuman turut meramaikan lingkungan sekitar lokasi perlombaan, sehingga kegiatan ini turut menggerakkan roda perekonomian warga setempat.
Melalui penyelenggaraan Kapolres OKI Cup ini, Polres OKI terus berkomitmen menghadirkan kegiatan yang inklusif, mengutamakan nilai kebersamaan, serta semakin memperkuat ikatan persaudaraan antara kepolisian dan masyarakat.
Semangat yang terpancar dalam perlombaan burung perkutut ini menjadi cerminan nyata bahwa kebersamaan, kegemaran yang sehat, dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan, sekaligus menjadi fondasi yang kokoh dalam membangun kedamaian dan kemajuan bersama di Kabupaten Ogan Komering Ilir. (*/HS)














