Haul dan Ziarah Kubra Habib Abdurrahman 2026 Digelar 6-8 Februari, Pemkot Palembang Siapkan Lintas Sektor

Agenda Tahunan Jadi Magnet Wisata Religi Sumatera Selatan, Target Lebih Baik Dari Tahun Sebelumnya

Spread the love
Palembang, Radar Keadilan Agenda tahunan Haul dan Ziarah Kubra Habib Abdurrahman kembali akan menghiasi kota Palembang pada tanggal 6 hingga 8 Februari 2026.

Kegiatan yang tidak hanya menjadi tradisi keagamaan mendalam, tetapi juga telah berkembang sebagai magnet wisata religi utama di Sumatera Selatan, mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Palembang melalui langkah persiapan lintas sektor untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bagi seluruh jamaah yang akan hadir.

Dukungan tersebut ditegaskan secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, saat memimpin rapat koordinasi bersama panitia pelaksana di Ruang Rapat Parameswara pada hari Senin, 26 Januari 2026.

Dalam rapat tersebut, pemerintah kota menyusun strategi sinergis dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah untuk menyukseskan pelaksanaan acara berskala besar ini.

Para peserta, termasuk tokoh agama dan perwakilan OPD, mengikuti dengan seksama rapat koordinasi persiapan Haul dan Ziarah Kubra Habib Abdurrahman 2026 di Ruang Parameswara Palembang. Kegiatan yang akan berlangsung 6–8 Februari mendatang menjadi perhatian bersama untuk memastikan pelaksanaannya berjalan tertib, aman, dan bermanfaat bagi seluruh jamaah serta masyarakat luas.|Andrian, radarkeadilan.com

“Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah untuk bersinergi menyukseskan Haul dan Ziarah Kubra,” ujar Aprizal Hasyim.

Pemkot Palembang menetapkan target agar penyelenggaraan Ziarah Kubra tahun ini berjalan lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.

Evaluasi pelaksanaan tahun-tahun lalu menjadi dasar utama untuk melakukan perbaikan pada berbagai aspek kunci, antara lain pengaturan lalu lintas, pengelolaan kebersihan kawasan ziarah, dan peningkatan kualitas pelayanan bagi jamaah.

Haul dan Ziarah Kubra memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar ritual keagamaan.

Kegiatan ini berkontribusi signifikan dalam memperkuat identitas Palembang sebagai kota tua dengan akar sejarah Islam yang kuat, sekaligus memberikan dorongan positif bagi perkembangan sektor pariwisata religi di daerah.

Ketua Panitia Pelaksana, Habib Abdurrahman, menguraikan rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan sejumlah lokasi bersejarah di seluruh Palembang.

Pada hari pertama, 6 Februari, ziarah akan dimulai dari pemakaman Al-Habib Ahmad di Masjid Muttaqien, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Rauhah dan Haul di Pondok Pesantren Ar-Riyadh.

Pada hari kedua, 7 Februari, rombongan akan melakukan ziarah ke pemakaman Auliyah dan Habaib di Telaga Swidak serta Babus Salam As-Seggaf. Malam harinya, Haul Al-Habib Abdurrahman akan digelar secara meriah di Kampung Al-Munawwar.

Puncak kegiatan direncanakan pada hari ketiga, 8 Februari, yang diawali dengan Haul Habib Abdullah dan Habib Abdurrahman di Kampung Sejarah Sei Bayas.

Selanjutnya, rombongan akan melaksanakan Ziarah Kubra ke makam para ulama dan auliya Palembang Darussalam, termasuk makam Al-Habib Pangeran Syarif Ali di Kawah Tengkurep dan Kambang Koci.

Penutupan kegiatan akan ditandai dengan wisata bahari menuju Benteng Kuto Besak untuk melakukan ziarah ke makam Kyai Muara Ogan.

Habib Abdurrahman mengapresiasi dukungan konsisten yang diberikan Pemkot Palembang dari tahun ke tahun.

Menurutnya, sinergi yang erat antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan berskala besar ini.

“Dukungan pemerintah daerah sangat berarti agar Haul dan Ziarah Kubra dapat berlangsung tertib, aman, dan membawa manfaat bagi umat,” ucapnya.

Dengan dukungan lintas Organisasi Perangkat Daerah dan partisipasi aktif dari masyarakat, Haul dan Ziarah Kubra 2026 diharapkan tidak hanya memperkuat nilai spiritual bagi seluruh jamaah, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas dalam bidang sosial dan ekonomi bagi Kota Palembangsesuai dengan tujuan awal sebagai tradisi keagamaan yang juga menjadi daya tarik wisata religi berkelas nasional. (*/Andrian)

Bagikan

BERITA TERKAIT