Aksi ini menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.
Dipusatkan di Taman Segitiga Emas Kayuagung, kegiatan ini merupakan aksi nasional yang serentak digelar di 7.285 kecamatan di seluruh Indonesia.
Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terbukti dengan 2 ton beras yang ludes terjual hanya dalam waktu satu jam.
#OKI #SekdaOKI #PanganMurah
Sekretaris Daerah OKI, Asmar Wijaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok, khususnya beras.
“Kebutuhan beras adalah prioritas utama. Kenaikan harga beras bisa berdampak besar pada kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasar. Pasar murah ini adalah solusi efektif,” ujarnya, mewakili Bupati OKI Muchendi.

#OKI #PanganTerjangkau #IndonesiaMaju
Asmar menambahkan, inisiatif ini bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah fluktuasi harga pangan.
“Mudah-mudahan ini bermanfaat. Ini adalah komitmen pemerintah daerah untuk membantu,” katanya.
#Polri #PemkabOKI #PanganMurah
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten OKI, Irawan, menjelaskan bahwa 2 ton beras SPHP Bulog ukuran 5 kilogram, dijual dengan harga Rp 60 ribu, habis terjual dalam waktu singkat.
“Pembelian dibatasi 10 kg per orang,” jelasnya.
#OKI #PanganTerjangkau
“Pasar murah menjadi terobosan agar beras subsidi benar-benar hadir di tingkat konsumen,” tegasnya.
Sebelumnya, TNI dan Polri juga turut membantu percepatan distribusi beras SPHP hingga ke level bawah.
#OKI #PanganMurah #Sukses
“Dengan kolaborasi lintas sektor, diharapkan ketersediaan pangan pokok dapat lebih merata,” tutup Irawan.
Dengan semangat gotong royong dan komitmen untuk menyejahterakan masyarakat, Pemkab OKI terus berupaya menghadirkan solusi nyata dalam menjaga stabilitas harga pangan, demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan makmur di usia ke-80 tahun kemerdekaan. (*/Red)