Napitupulu menuntut pembukaan segera exit tol tersebut dan penyelesaian perbaikan sepanjang 42 km dalam waktu satu tahun.
“Jika perbaikan membutuhkan waktu lebih lama, itu menunjukkan adanya kegagalan manajemen proyek dan penggunaan teknologi yang tidak tepat,” tegasnya.
Anggota Komisi V DPR RI, Ishak Mekki, mantan Bupati OKI, mengungkapkan bahwa metode Vacuum Consolidation Method (VCM) yang digunakan untuk mengatasi masalah tanah lunak ternyata tidak efektif.
“Hal ini menunjukkan adanya kesalahan teknis dalam pemilihan metode konstruksi,” ujarnya.
Ia mendesak rekonstruksi total ruas jalan tol sepanjang 42 km tersebut.
Bupati OKI, H. Muchendi, menambahkan permasalahan di simpang Celikah yang sangat membahayakan.
“Pertemuan langsung pintu tol dengan jalan kabupaten dan jalan lintas timur Sumatera tanpa pembatas sangat berisiko kecelakaan,” jelasnya.
Ia mendesak pembangunan fly over atau underpass untuk meningkatkan keselamatan. Muchendi juga menyoroti kondisi exit tol Celikah yang gelap dan masalah parkir kendaraan besar yang sembarangan.
“Kami telah memanggil pihak pengelola, namun belum ada tanggapan,” keluhnya.
Ia juga meminta Hutama Karya untuk segera memastikan pembangunan exit tol Mesuji di Mataram Jaya, mengingat Pemda OKI telah menyiapkan dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT). (Red)














