Khusus bagi siswa yang berangkat sekolah langsung dari lokasi kebun atau ladang, program ini dinilai sangat krusial karena tidak memerlukan persiapan bekal tambahan.
Dalam konfirmasi yang dilakukan pada Rabu (24/12/2025), Koordinator SPPG Wilayah Musi Banyuasin, Oking Candra, mengungkapkan bahwa hingga saat ini Kabupaten Muba telah memiliki 31 titik dapur SPPG.
Dari jumlah tersebut, 26 unit sudah beroperasi secara optimal, sedangkan 5 titik lainnya masih dalam tahap persiapan teknis dan administratif.
“Keterlambatan pembangunan dapur SPPG di Kecamatan Batang Hari Leko terkait dengan mekanisme pengajuan vendor yang berlaku. Saat ini, proses penambahan titik baru dapur SPPG sementara ditangguhkan,” jelas Oking.
Meski demikian, ia menegaskan komitmen untuk terus mendorong pemerataan program MBG ke seluruh wilayah Muba.
Oking berharap peluang penambahan titik dapur SPPG dapat segera dibuka kembali sehingga manfaat program negara benar-benar dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kita bersama-sama berharap harapan adik-adik siswa di Batang Hari Leko segera terwujud, sehingga mereka dapat menikmati makanan bergizi yang disiapkan oleh negara untuk mendukung proses belajar dan perkembangan fisik serta mental mereka,” pungkasnya.
Dengan demikian, aspirasi masyarakat Batang Hari Leko menjadi bukti penting bahwa pemerataan layanan publik masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan nasional – sebuah panggilan untuk memastikan kehadiran negara dirasakan secara merata, sesuai amanat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat. (*/Desi)














