Hingga kini, penyebab kematiannya belum dapat dipastikan. Sebelumnya, Arwendi dilaporkan menghilang selama lima hari setelah pamit dari rumah untuk mencari nibung di bantaran Sungai Dawas.
Saat ditemukan, kondisi jenazah cukup mengenaskan, dengan beberapa bagian tubuh yang sudah tidak utuh.
Berangkat Tanpa Bekal, Tak Kunjung Pulang
Zulhadi, paman korban, mengungkapkan kepada salah satu tim bahwa Arwendi terakhir kali terlihat pada Minggu (23/2/2025) siang. Saat itu, ia berpamitan kepada istrinya untuk mencari nibung menggunakan perahu ketek.
Namun, berbeda dari biasanya, kali ini Arwendi tidak membawa bekal apa pun. Hal ini sempat membuat istrinya heran, karena biasanya ia membawa makanan jika harus menginap selama dua hari.
Seiring waktu berlalu, kekhawatiran semakin besar karena Arwendi tak kunjung pulang. Sang istri pun sempat bertanya kepada kerabat apakah ada yang bertemu dengannya, namun hasilnya nihil.
Ditemukan dalam Kondisi Mengenaskan
Pada Rabu (26/2/2025), Zulhadi bersama keluarga berinisiatif melakukan pencarian menggunakan dua perahu ketek dengan menyusuri Sungai Dawas. Namun, hingga malam hari, mereka belum menemukan tanda-tanda keberadaan Arwendi.
“Orang yang melihat itu berinisiatif menyelamatkan jenazah sambil menelepon kami,” jelas Zulhadi.
Saat pihak keluarga tiba di lokasi, kondisi jenazah sudah dalam keadaan mengenaskan. Meski begitu, keluarga memastikan bahwa jasad tersebut adalah Arwendi berdasarkan tanda luka di antara hidung dan bibirnya.
Kapolres Muba AKBP Listyono Dwi Nugroho, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Sei Lilin Iptu Jhon Kenedy,SH. saat dikonfirmasi mengatakan
“Sudah ada anggota yang menanganinya pak, selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga”
“Kami menghimbau kepada warga kecamatan Sungai lilin untuk tetap waspada ketika beraktifitas di sekitar sungai yang ada buayanya, sebab buaya ini hewan buas di perairan dan akan menerkam apa saja yang masuk dalam jangkauannya,” pungkas Jhon Kenedy.
(Desi Opiana)