Palembang, Radar Keadilan – Menjadi saksi bisu kejayaan Kesultanan Palembang Darussalam, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II kini menjelma sebagai salah satu tujuan wisata sejarah paling diminati di Kota Palembang.
Lonjakan jumlah kunjungan yang tercatat sepanjang tahun 2025 tidak hanya membuktikan meningkatnya minat masyarakat terhadap warisan budaya, tetapi juga turut mendongkrak Pendapatan Asli Daerah dari sektor pariwisata budaya hingga melampaui sasaran yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Sulaiman Amin mengungkapkan bahwa pertumbuhan jumlah pengunjung terjadi secara signifikan, tidak hanya berasal dari warga lokal, tetapi juga menarik perhatian wisatawan mancanegara yang berdatangan secara khusus untuk menelusuri dan mempelajari jejak sejarah serta kekayaan budaya Palembang.
“Alhamdulillah, sepanjang tahun 2025 jumlah kunjungan ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin II mengalami peningkatan yang sangat tajam. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kesadaran masyarakat untuk mengenal, memahami, dan mencintai sejarah serta budaya daerah semakin tinggi,” ujar Sulaiman Amin saat memberikan keterangan resmi, Jumat (8/5/2026).
Terletak tepat di kawasan bersejarah Benteng Kuto Besak, museum ini kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai ikon wisata sejarah unggulan di Kota Pempek.
Menurut Sulaiman Amin, antusiasme yang terus meningkat tersebut menjadi indikator positif yang menandakan semakin kokohnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga, melestarikan, dan mewariskan nilai-nilai sejarah serta budaya yang dimiliki daerah.
Ia menegaskan bahwa dampak positif dari lonjakan kunjungan ini terlihat nyata pada capaian Pendapatan Asli Daerah yang berhasil melampaui target yang telah disusun oleh Pemerintah Kota Palembang.














