Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) berhasil membongkar jaringan peredaran Etomidate yang dikemas dalam cartridge menyerupai rokok elektrik – sebuah modus baru yang menyasar kalangan muda dengan cara yang lebih terselubung dan sulit terdeteksi.
Periode 1 hingga 26 Januari 2026 menjadi tonggak penting dalam penindakan narkotika di wilayah ini.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel mengungkap total 17 kasus, mengamankan 22 tersangka, serta menyita berbagai jenis barang bukti berbahaya.
Hasil operasi mencatat 2.070 gram sabu, 10 butir ekstasi, dan 456 cartridge Etomidate – bukti nyata akan pergeseran pola peredaran narkotika menuju taktik yang lebih halus dan adaptif.
“Etomidate dalam bentuk cartridge adalah alarm serius bagi seluruh masyarakat. Modus penyebarannya senyap, distribusinya mudah dilakukan, dan risiko bahayanya sangat tinggi,” tegas Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Yulian Perdana pada Selasa (27/1/2026).
Secara medis, Etomidate merupakan obat anestesi yang memiliki kegunaan sah dalam prosedur kesehatan.
Namun dalam praktik ilegal, zat ini disalahgunakan dan diedarkan melalui kemasan yang sengaja dibuat mirip cairan untuk perangkat vape – produk yang akrab dikenal dan digunakan oleh kalangan muda.
Kondisi ini membuka peluang penyalahgunaan yang lebih luas dan menjadi tantangan baru bagi aparat penegak hukum.
Upaya ini dirancang untuk memutus mata rantai peredaran narkotika sejak tahap hulu, dengan dampak yang signifikan bagi keselamatan masyarakat.
“Berdasarkan perhitungan dari barang bukti yang kami amankan, diperkirakan sebanyak 27.054 jiwa berhasil terselamatkan dari bahaya narkotika. Angka ini bukan sekadar statistik – melainkan representasi nyawa yang terhindarkan dari jeratan kejahatan,” ucap Nandang.
Operasi pembongkaran jaringan Etomidate dilakukan secara kolaboratif antara Ditresnarkoba Polda Sumsel dan Bea Cukai Sumatera Bagian Timur.
Pengembangan penyidikan melibatkan lintas provinsi, mulai dari Kota Palembang hingga Kota Medan di Provinsi Sumatera Utara.
Tiga tersangka dengan inisial NA, RU, dan DAP berhasil diamankan dalam tahap ini.
Dua di antaranya ditangkap pada 12 Januari 2026 di kawasan Ilir Barat I, Palembang – di mana aparat menemukan ratusan cartridge Etomidate dan 10 butir ekstasi di sebuah indekos mewah.
Satu tersangka lainnya ditangkap di Medan pada 18 Januari 2026, bersama dengan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp25 juta dan sejumlah perangkat digital yang kini sedang dianalisis tim penyidik.
Pada hari yang sama dengan pengungkapan di Medan, Unit 2 Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumsel juga mengungkap kasus besar penyalahgunaan sabu.
Sebuah kendaraan Toyota Rush dicegat di Jalan KH Azhari, Palembang, setelah petugas mendeteksi aktivitas mencurigakan.
Dua tersangka dengan inisial HA dan LH – yang diduga akan mengirimkan barang bukti tersebut ke Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) – langsung diambil dalam kuasa hukum.
Seluruh tersangka yang diamankan dijerat dengan pasal berlapis sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pasal yang digunakan mencakup Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup bagi pelaku yang terbukti bersalah.
Polda Sumsel menegaskan bahwa serangkaian pengungkapan awal tahun ini hanya merupakan permulaan dari upaya penindakan yang lebih masif.
Aparat berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap pola baru peredaran narkotika yang terus beradaptasi dengan tren gaya hidup masyarakat muda.
Modus penyebaran Etomidate dalam bentuk cartridge menjadi bukti bahwa perang melawan narkotika tidak lagi hanya diukur dari jumlah barang bukti yang disita, melainkan dari kecepatan membaca dan menanggapi perubahan taktik yang digunakan oleh sindikat kejahatan.
Seperti yang telah digaungkan sejak awal, ancaman narkotika terus berkembang dengan cara yang lebih canggih.
Upaya penindakan yang semakin intensif menjadi langkah krusial untuk melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari bahaya yang tersembunyi dalam kemasan yang tampak menarik. (*/Andrian)













