Kegiatan yang meliputi seluruh moda transportasi dan jalur strategis di Sumatera Selatan menunjukkan kesiapan yang matang, sekaligus menghadapi tantangan dari lonjakan mobilitas masyarakat skala besar.
Total kegiatan preventif dan preemtif mencapai 20.495 giat, naik dari 16.895 giat pada tahun 2025.
Kegiatan preventif menjadi pilar utama dengan kenaikan hingga 40,5 persen, menunjukkan fokus pada upaya antisipasi sebelum masalah muncul.
Semua moda transportasi mencatat pertumbuhan tajam.
Terminal bus menduduki peringkat tertinggi dengan kenaikan 56,2 persen, diikuti transportasi udara yang naik 36,8 persen dan kereta api dengan peningkatan 21,3 persen.
Pada ruas tol, terjadi pergeseran pola distribusi arus kendaraan.
Tol Terpeka mencatat kenaikan tertinggi menjadi 85.505 kendaraan, sementara beberapa ruas lain menunjukkan penurunan yang mengindikasikan penyebaran arus yang lebih merata dan terkontrol.
Dalam penegakan hukum, institusi beralih ke pendekatan berbasis teknologi.
Penindakan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) meningkat secara drastis, sedangkan tilang manual menurun signifikan. Perubahan ini mencerminkan transisi menuju sistem penegakan hukum yang lebih transparan, objektif, dan akuntabel.
Namun demikian, lonjakan mobilitas berdampak pada angka kecelakaan lalu lintas.
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, menyampaikan penegasan terkait kondisi ini:
“Mobilitas masyarakat meningkat secara tajam seiring dengan momentum mudik Lebaran. Kami akan mengintensifkan patroli berkala, penindakan pelanggaran, dan edukasi langsung kepada masyarakat untuk menekan angka kecelakaan hingga tingkat terendah.”
Kepala Bagian Operasi Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso, menyoroti hubungan antara lonjakan aktivitas dengan kepercayaan masyarakat:
“Intensitas pengamanan kami tingkatkan hingga 21 persen untuk mengantisipasi arus yang lebih padat. Peningkatan ini menunjukkan kesiapan kami dalam menghadapi tantangan, namun angka kecelakaan tetap menjadi fokus utama yang terus kami dorong penurunan nya.”
Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan komitmen pada transparansi data:
“Seluruh data yang kami sajikan disampaikan secara terbuka dan akurat. Hal ini menjadi bukti bahwa Polda Sumatera Selatan bekerja secara terukur dan bertanggung jawab dalam mengamankan setiap tahapan arus mudik untuk kenyamanan dan keamanan masyarakat.”
Keberhasilan pelaksanaan operasi tidak terlepas dari sinergi yang erat antara Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan pemerintah daerah di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengelola mobilitas besar dan memberikan layanan yang optimal bagi seluruh pemudik.
Institusi mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik dengan beristirahat cukup sebelum dan selama perjalanan, serta tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah atau tidak sehat.
Masyarakat juga dapat segera menghubungi layanan darurat 110 apabila mengalami kendala atau situasi yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.
Kegiatan pengamanan dan pengelolaan arus mudik akan terus berlanjut hingga seluruh rangkaian arus balik Lebaran 1447 Hijriah selesai.











