Tahapan ini menjadi pijakan utama untuk memperkuat dasar konstruksi sebelum proses pengecoran dilakukan, dengan fokus utama pada daya dukung maksimal dan ketahanan jangka panjang.

Setiap tahapan dijalankan dengan ketelitian tinggi untuk memastikan pondasi mampu menopang bobot dan beban konstruksi jembatan gantung secara kokoh dan aman.
“Rangka Strauss Pile berperan sebagai tulang utama pondasi; presisi dan kekuatan pada tahap ini menjadi faktor penentu kualitas keseluruhan struktur jembatan,” jelas Komandan Satgas Lapangan, Kapten Czi Aldi.
Kondisi cuaca dan medan yang menantang tidak mengurangi semangat serta komitmen personel dalam menyelesaikan pekerjaan.
Setiap detail pengikatan kawat dan susunan besi diwujudkan sebagai bentuk dedikasi untuk menghadirkan infrastruktur penghubung yang aman, handal, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Satgas bertekad menyelesaikan seluruh rangkaian pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, guna mewujudkan jembatan yang kokoh, aman, dan menjadi tonggak kemajuan konektivitas wilayah Ogan Komering Ilir – sesuai dengan tujuan awal pelaksanaan proyek pembangunan ini. (*/HS)










