“Gerakan Pangan Murah telah ada di seluruh Indonesia dengan tujuan utama menstabilkan ketersediaan pangan dan mencegah terjadinya inflasi maupun kenaikan harga yang tidak terkendali,” ujar Asisten III Haryono S.H yang mewakili Bupati PALI.
Pemerintah juga mengajak seluruh pelaku usaha perdagangan pangan untuk menjaga pasokan agar tidak terjadi kelangkaan menjelang kedatangan Bulan Suci Ramadhan.

“Semua kebutuhan pangan harus tercukupi, tersedia secara memadai, dan memiliki harga yang dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,” harapnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Khairiman, S.Pt., M.Si., menjelaskan jenis sembako yang disediakan meliputi beras, bawang putih, bawang merah, cabai rawit, cabai merah, dan telur.
“Kami menyediakan beras kurang lebih 10 ton, telur 150 kilogram, bawang sebanyak 70 kilogram, serta cabai dalam jumlah memadai. Seperti tahun sebelumnya, kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin,” jelasnya.
Harga sembako yang ditawarkan sangat kompetitif: Beras per kemasan 5 kilogram seharga Rp60.000, Telur Rp28.000 per kilogram, Cabai Merah Rp34.000 per kilogram, Cabai Rawit Rp75.000 per kilogram, Bawang Putih Rp34.000 per kilogram, dan Bawang Merah Rp32.000 per kilogram.
“Pada tahap awal, GPM dilaksanakan di Kecamatan Talang Ubi. Insya Allah menjelang Hari Raya Idul Fitri, kegiatan akan diperluas ke seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten PALI,” tambahnya.
Sejalan dengan tujuan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat, pelaksanaan GPM menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan rakyat, sesuai dengan harapan awal yang ingin tercapai melalui pelaksanaan program ini. (*/Nandar)













