Selain aspek infrastruktur dan kurikulum, peningkatan kompetensi serta kesejahteraan tenaga pendidik ditetapkan sebagai prioritas utama.
Guru diposisikan sebagai ujung tombak keberhasilan pendidikan, sehingga berbagai program peningkatan kapasitas, sertifikasi, hingga bantuan pendidikan terus digencarkan.
Hal ini dilakukan guna mendukung peran vital mereka dalam mencetak generasi penerus yang unggul dan berdaya saing.
Melalui peringatan Hardiknas tahun ini, Pemerintah Kabupaten Banyuasin menegaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan bukanlah beban yang dipikul sendiri oleh pemerintah, melainkan sebuah tanggung jawab kolektif yang membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat.
Dengan semangat persatuan dan gotong royong, peringatan Hardiknas 2026 diharapkan mampu menjadi penggerak lahirnya sumber daya manusia unggul dari Banyuasin.
Generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga kuat karakter dan siap berkontribusi nyata demi terwujudnya Indonesia yang maju, bermartabat, serta mendorong Banyuasin Bangkit menuju keadilan dan kesejahteraan yang berkelanjutan. (*/Sangkut)









