Prestasi ini memperkuat posisi perusahaan sebagai pemain andal dalam pengembangan infrastruktur energi dan transportasi lintas negara, sekaligus kontribusi nyata Indonesia mendukung sistem transportasi rendah karbon kawasan Asia Tenggara.
Proyek yang diselesaikan lebih awal meliputi Feeder Station (FS) 01 di Tunjung, Kelantan – rampung 15 hari sebelum jadwal – dan FS 09 di Jambu Rias, Pahang – selesai satu bulan lebih cepat target.
Penyelesaian tepat waktu tanpa kompromi kualitas mendapatkan apresiasi tinggi dari Tenaga Switchgear (TSG) sebagai Project Delivery Partner (PDP) dan Tenaga Nasional Berhad (TNB) sebagai pemilik jaringan.
Head Project Management Office TNB, Tn Azreen Bin Othman, menyampaikan apresiasi terhadap capaian tersebut.
“Lebih awal dari target yang ditetapkan. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. Kami melihat PLN menunjukkan komitmen dan kesungguhan yang tinggi dalam memastikan proyek ini selesai dengan cepat tanpa mengesampingkan kualitas,” ujarnya.
Azreen menambahkan bahwa koneksi dari Pencawang Masuk Utama (Gardu Induk) Tunjung hingga FS 01 dan FS 09 menjadi komponen krusial dalam sistem elektrifikasi ECRL.
“Kami sangat puas dengan hasilnya dan berharap pencapaian luar biasa ini dapat terus berlanjut pada proyek-proyek berikutnya di Pencawang Seberang Jerteh dan Gombak,” jelasnya.
ECRL merupakan proyek kereta listrik jalur ganda sepanjang 665 kilometer yang menghubungkan Port Klang di Selangor dengan Kota Bharu di Kelantan.
Direktur Utama PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti konkret transformasi dan ekspansi bisnis global perusahaan.

“Keberhasilan ini menjadi pijakan strategis bagi PLN Group untuk terus memperluas proses bisnis di level internasional. Dengan kompetensi teknis dan pengalaman di bidang kelistrikan yang dimiliki, kami yakin mampu menyelesaikan proyek sesuai standar internasional sekaligus mengharumkan nama bangsa di level dunia,” paparnya.
Dalam proyek ini, PLN Group tergabung dalam konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC).
PT PLN Nusantara Power (PLN NP) berperan dalam pengadaan peralatan utama, sedangkan anak usahanya PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC) menangani pengadaan peralatan pendukung, pelaksanaan konstruksi, dan komisioning.
Secara teknis, PLN Group mengerjakan empat dari sepuluh Feeder Station dalam proyek ECRL, yaitu FS1, FS2, FS9, dan FS10. Proyek ini diresmikan mulai Juni 2024 dengan target penyelesaian keseluruhan pada Juni 2026.
“Penyelesaian lebih cepat dari target menjadi bukti bahwa perusahaan Indonesia mampu bersaing dan dipercaya dalam proyek strategis lintas negara. Ini bukan hanya pencapaian bisnis, tetapi juga kebanggaan nasional,” ujarnya.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Construction, Djarot Hutabri, menjelaskan bahwa pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang pembangkitan dan transmisi menjadi fondasi kuat dalam menyelesaikan proyek elektrifikasi ECRL.
PLN NPC melaksanakan pekerjaan design and build yang mencakup pembangunan Switching Station 132 kV, instalasi Overhead Transmission Line (OHL), serta Underground Cable sepanjang 3 kilometer, bersama pekerjaan pendukung lainnya.
“Capaian ini mencerminkan kapabilitas, profesionalisme, dan komitmen seluruh insan PLN NPC dalam menghadirkan layanan konstruksi ketenagalistrikan yang andal, tepat waktu, dan berstandar global. Apresiasi dari TSG dan TNB menjadi bukti bahwa kami mampu memberikan nilai tambah bagi mitra strategis,” pungkasnya.
Seperti yang diketahui, PT PLN (Persero) sebagai BUMN kelistrikan terus berkomitmen dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan.
Perusahaan mengusung agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi Top 500 Global Company dan pilihan nomor 1 bagi pelanggan untuk solusi energi melalui pertumbuhan usaha, implementasi digitalisasi secara end to end, transisi energi mendukung Net Zero Emissions (NZE), serta pengembangan sumber daya manusia berkelas dunia.
Prestasi di proyek ECRL Malaysia menjadi bukti nyata bahwa transformasi tersebut telah memberikan hasil yang mengesankan dan diakui secara internasional. (*/Yos)













