Melalui program Electrifying Agriculture (EA) dan Electrifying Marine (EM), lebih dari 390 ribu pelanggan telah merasakan manfaat signifikan dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional.
Data terbaru menunjukkan, hingga tahun 2025, sebanyak 390.034 pelanggan telah bergabung dalam program ini, melonjak 30% dibandingkan tahun sebelumnya.
“PLN tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mendorong produktivitas ekonomi melalui program berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan mengadopsi teknologi modern berbasis listrik, pelaku usaha di sektor primer dapat meningkatkan nilai tambah hasil produksi secara signifikan.
Program EA dan EM mencakup berbagai aplikasi produktif, mulai dari irigasi sawah dengan pompa listrik, penggilingan padi, kincir air listrik di tambak, penggunaan lampu ultraviolet pada budidaya tanaman, hingga mesin penghangat untuk peternakan unggas.
Sektor kelautan juga merasakan dampaknya, terutama dalam mendukung aktivitas kapal sandar dan industri galangan kapal.
Konsumsi listrik juga mengalami kenaikan signifikan, mencapai 7,1 TWh pada 2025, naik 16% dibandingkan tahun 2024.

“Program ini dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Kami berharap para pelaku usaha dapat meningkatkan produktivitas, inovasi, dan kemandirian,” jelas Adi.
Dampak positif program ini juga dirasakan langsung oleh para petani di Kabupaten Seluma, Bengkulu.
“Program ini bukan hanya soal pasokan listrik, tapi juga tentang bagaimana energi mampu mengubah kehidupan petani kami,” ucap Teddy.
Abdurrahman, seorang peternak bebek di Kabupaten Tangerang, Banten, juga merasakan manfaat besar dari program ini.
“Dengan adanya listrik dari PLN, ternak kami menjadi lebih sehat, dan hasil produksinya pun meningkat,” terangnya.
Di sektor kelautan, Ashawir, Manager Production and Engineering PT Layar Perkasa Nusantara, mengungkapkan bahwa penggunaan listrik di galangan kapal telah menurunkan biaya operasional hingga lebih dari 20% dan mengurangi emisi gas buang.
“Jika menggunakan mesin diesel, biaya operasional diprediksi hampir mencapai satu miliar per tahun, namun jika menggunakan listrik hanya sekitar Rp 730 juta per tahun,” tutup Ashawir.
Dengan program Electrifying Agriculture dan Electrifying Marine, PLN terus membuktikan diri sebagai penggerak utama modernisasi sektor industri primer, menciptakan masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan bagi Indonesia. (*/Yos)










