Pordasi Kabupaten Banyuasin dan Kota Palembang Masa Bakti 2026-2030 Resmi Dilantik Gubernur Sumsel

Herman Deru Ingin Berkuda Jadi Kegemaran Masyarakat Tanpa Label Mahal

Spread the love
Spread the love
         
 
  
                 
   
Langkan, Radar Keadilan Pelantikan dan pengukuhan pengurus Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Banyuasin dan Kota Palembang periode 2026-2030 berlangsung secara resmi di Ponpes Qodratullah, Desa Langkan, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin.

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan sekaligus Ketua Pordasi Provinsi Sumatera Selatan, H. Herman Deru.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Harian Pengurus Provinsi Pordasi Sumatera Selatan, Ratu Tenny Leriva; Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin, Erwin Ibrahim; Asisten I Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Aminuddin; serta sejumlah tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat.

Gubernur Sumatera Selatan mengutarakan harapan besar untuk kemajuan dan penyebaran kegemaran berkuda di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

Olahraga berkuda terbagi menjadi dua kategori utama: kegemaran berkuda dan olahraga berkuda sebagai cabang prestasi.

Namun, upaya menjadikan berkuda sebagai aktivitas yang diminati luas oleh masyarakat masih menghadapi tantangan.

“Masyarakat Sumatera Selatan memiliki kebiasaan yang berbeda dengan daerah seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa, di mana berkuda sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” jelas Gubernur Herman Deru.

Kehangatan suasana saat bersama jajaran pengurus dan masyarakat dalam acara kolaboratif untuk kemajuan daerah. Semangat positif dan kerja sama yang erat terlihat jelas, menjadi dasar kuat dalam membangun langkah-langkah nyata bagi kesejahteraan bersama.|Sangkut, radarkeadilan.com

Gubernur menambahkan, persepsi masyarakat yang menganggap berkuda sebagai aktivitas yang mahal tidak sepenuhnya benar.

“Kesan mahal muncul karena sebagian besar orang memilih merawat kuda secara pribadi. Namun, jika menggunakan fasilitas stable bersama atau program bantuan kuda dari Pemerintah Kabupaten, biaya bisa ditekan secara signifikan,” paparnya.

Oleh karena itu, Gubernur meminta pengurus Pordasi pada semua tingkatan untuk aktif menyebarkan informasi bahwa berkuda dapat diakses dengan biaya yang terjangkau.

Sebagai bukti, dua atlet Pordasi Provinsi Sumatera Selatan telah berpartisipasi dalam perlombaan di Bekasi, Jawa Barat, tanpa harus membawa kuda pribadi.

“Hal ini membuktikan bahwa berkuda tidak selalu identik dengan biaya yang tinggi,” tegasnya.

Momen dalam kegiatan terkait pengembangan olahraga dan kemajuan daerah di Sumatera Selatan, dengan hadirin yang peduli terhadap perkembangan potensi lokal. Semangat kolaborasi untuk membangun daerah yang lebih baik terus terjalin melalui berbagai langkah nyata.|Sangkut, radarkeadilan.com

Sejalan dengan harapan awal yang disampaikan, langkah strategis pengurus Pordasi baru diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal dan mengikuti olahraga berkuda.

Gerakan bersama antara pemerintah daerah, pengurus organisasi, dan masyarakat diharapkan mampu menghapus stigma bahwa berkuda hanya untuk kalangan tertentu dan menjadikannya sebagai bagian dari budaya olahraga yang hidup di Sumatera Selatan(*/Sangkut)