Spread the love
Post Views: 3,057
Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk Lembaga Independen Pemantau Anggaran (LIRA), Ikatan Lembaga Swadaya Masyarakat (ILS), dan sejumlah awak media. Tujuannya, meningkatkan kualitas penanganan korban laka lantas sebelum tiba di rumah sakit, sehingga meminimalisir risiko kematian.
“Edukasi ini bertujuan menjalin silaturahmi dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada korban laka lantas. Hal ini akan mempermudah interaksi dan kolaborasi antara masyarakat dengan tim medis RSUD Sidoarjo Barat,” ujarnya.
Dhini, salah satu peserta, menambahkan pentingnya edukasi berkelanjutan.
Dr. Arif menambahkan, pelatihan Basic Life Support (BLS) yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemuda, organisasi masyarakat, LSM, media, dan tokoh masyarakat, bertujuan menciptakan jaringan praktisi kesehatan yang terampil.
“Harapannya, penanganan pertama yang tepat dapat meminimalisir risiko dislokasi dan meningkatkan peluang keselamatan korban laka lantas,” tandasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi multisektoral dalam kegiatan BLS untuk memperlancar penanganan lanjutan oleh RSUD Sidoarjo Barat. (Dicky)














