
Kegiatan tersebut fokus pada pemanfaatan optimal lahan serta peningkatan produksi padi, dengan lokasi pelaksanaan di wilayah Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan.
Langkah strategis ini bertujuan memperluas areal tanam serta meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya melalui pengelolaan lahan cetak sawah rakyat yang terpadu dan terencana.
Dalam amanat yang disampaikan, Gubernur Sumatera Selatan menekankan pentingnya pengelolaan lahan cetak sawah dengan standar yang baik untuk mendukung peningkatan produktivitas.
Ia juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap capaian Kabupaten Banyuasin yang berhasil mencapai peringkat pertama sebagai daerah dengan peningkatan produksi pangan tertinggi di tingkat nasional.
Capaian tersebut menjadi bukti besarnya potensi sektor pertanian di wilayah tersebut, sekaligus hasil kerja keras para petani dan dukungan penuh pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor agraria.
“Tanggal tujuh Januari lalu, Sumatera Selatan berhasil menduduki peringkat ketiga dalam lompatan peningkatan produksi pangan nasional. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi Kabupaten Banyuasin yang melesat menjadi peringkat pertama dalam peningkatan produksi pangan di seluruh Indonesia,” jelas Gubernur Sumatera Selatan.

Prestasi yang diraih Kabupaten Banyuasin menunjukkan bahwa upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dapat memberikan dampak signifikan terhadap ketahanan pangan.
Kegiatan Tanam Padi Serentak menjadi bagian dari rangkaian langkah berkelanjutan untuk mengoptimalkan potensi lahan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat fondasi ketahanan pangan yang kokoh untuk masa depan.












