Insiden ini terjadi saat konferensi pers hendak dimulai, meninggalkan suasana tegang dan kekecewaan mendalam di kalangan jurnalis lokal.
Aksi walk out ini dipicu oleh akumulasi kekecewaan wartawan Banyuasin terhadap Humas Polres, yang dinilai lebih mengutamakan kehadiran dan kepentingan wartawan dari luar daerah.
Para jurnalis merasa diabaikan dan tidak dihargai, padahal mereka adalah garda terdepan dalam memberitakan berbagai kegiatan dan kinerja Polres Banyuasin sehari-hari.
“Ini adalah bentuk protes atas perlakuan tidak adil ini.”
Menurut para wartawan, ketidakadilan ini bukan hanya soal administrasi, tetapi juga sikap merendahkan yang ditunjukkan oleh salah satu anggota Humas. Pernyataan yang meremehkan kontribusi media lokal semakin memperburuk suasana.
“Biarlah media dari Banyuasin mau pergi, masih ada rekan media lain yang bersedia memberitakan press release hari ini,” ujar Dwi, salah satu anggota Humas Polres Banyuasin, yang dikutip oleh para wartawan.
Aksi serentak meninggalkan aula ini adalah peringatan keras bagi Polres Banyuasin, khususnya bagian Humas, untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan dalam pola komunikasi.
Para wartawan menegaskan komitmen mereka untuk tetap menjalankan fungsi kontrol sosial, namun menolak diperlakukan tidak adil di wilayah mereka sendiri.
Para jurnalis berharap Kapolres Banyuasin segera turun tangan untuk menertibkan kinerja Humas. Mereka mengingatkan bahwa pers adalah pilar keempat demokrasi dan mitra strategis aparat penegak hukum dalam menyampaikan informasi kepada publik.