Rapat Paripurna juga membahas Raperda RPJMD 2025-2029 dan Raperda RTRW 2025-2045. Masukan konstruktif disampaikan berbagai fraksi. RA Lutfiatunnada (PKB) menekankan pentingnya penjabaran visi dan misi yang konkrit dalam RPJMD, serta menyorot kesenjangan infrastruktur dan pendidikan di berbagai kecamatan.
“Fraksi PKB juga mendorong fokus pada pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan UMKM, serta peningkatan pendidikan keagamaan,” tegasnya.
Reno (PDIP) menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik dalam pelaksanaan RPJMD dan RTRW.
Iman Zikri (Demokrat) mengajukan agar RPJMD dan RTRW mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan hidup, dengan mempertimbangkan kesiapsiagaan terhadap bencana alam dan penguatan kawasan strategis ekonomi berbasis potensi lokal.
Pemerintah Kabupaten OKI menyatakan dukungan penuh terhadap dua Raperda inisiatif DPRD, yaitu Raperda tentang Penggunaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan serta Raperda tentang Perlindungan Bahasa Asli atau Bahasa Daerah. Wakil Bupati berharap kedua raperda ini dapat memperkuat jati diri dan karakter kebangsaan masyarakat OKI.
Rapat ditutup dengan komitmen untuk membahas seluruh masukan dan pandangan fraksi secara komprehensif. Namun, rendahnya realisasi PAD dan berbagai tantangan pembangunan lainnya memerlukan perhatian serius dan solusi konkret dari Pemerintah Kabupaten OKI untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan merata bagi seluruh masyarakat. (Red)










