Kegiatan tahunan yang mengajak umat merawat ingatan kolektif terhadap jejak dakwah para ulama akan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad, 6–8 Februari 2026, dengan perkiraan partisipasi puluhan ribu jemaah.
Acara yang telah menjadi ikon spiritual daerah ini tidak hanya berfungsi sebagai tradisi ziarah, melainkan sebagai ikhtiar konkrit untuk menyambung sanad spiritual generasi muda dengan nilai-nilai dakwah, ilmu, dan akhlak yang telah meletakkan fondasi peradaban Islam di Palembang.
Selama tiga hari penuh berkah, kota di tepian Sungai Musi akan dihiasi lantunan doa, shalawat, dan langkah-langkah ziarah yang menghubungkan masa lalu dan masa kini.
Ketua Panitia Ziarah Kubro 2026 Habib Abdurrahman bin Hasan Alhabsy menyampaikan bahwa persiapan kegiatan secara keseluruhan telah mencapai 99 persen.
“Alhamdulillah, persiapan rangkaian acara insyaallah sudah hampir rampung. Karena pada Jumat dan Sabtu kami juga menggunakan area pelabuhan, maka persiapan maksimal dilakukan sehari menjelang pelaksanaan,” ujarnya pada hari Kamis, 5 Februari 2026.
Antusiasme masyarakat terhadap Ziarah Kubro terus menunjukkan peningkatan setiap tahunnya.
Sejumlah jemaah dari berbagai daerah di dalam negeri dan perwakilan dari luar negeri telah mengonfirmasi kehadiran mereka untuk mengikuti kegiatan ini.
“Setiap tahun jumlah jemaah terus bertambah. Tahun ini insyaallah lebih banyak lagi, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri,” jelasnya.
Panitia memberikan perhatian khusus pada aspek kenyamanan dan kekhidmatan bagi seluruh jemaah.
Rute ziarah dan agenda kegiatan telah dirancang secara terperinci, termasuk kesiapan lokasi dan fasilitas ibadah di setiap titik ziarah yang akan dikunjungi.
“Harapan kami, seluruh rangkaian ziarah dapat berjalan tertib, aman, dan membawa ketenangan batin bagi para jemaah,” tambahnya.
Rangkaian Acara Lengkap Ziarah Kubro 1447 H
Kegiatan diawali pada Jumat (6 Februari 2026) pagi, mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, dengan rute ziarah dari Masjid Darul Muttaqien menuju Makam Habib Aqil bin Yahya dan Pemakaman Al-Habib Ahmad bin Syech Shahab.
Pada sore hingga malam hari, dilaksanakan kegiatan Rauhah dan Haul Al-Habib Ahmad Abdullah Al-Habsyi di Pondok Pesantren Ar-Riyadh, kawasan 13 Ulu, mulai pukul 16.00 hingga 20.00 WIB.
Malam harinya, digelar Haul Al-Faqihil Muqaddam Tsani Al-Imam Abdurrahman As-Seggaf setelah waktu Maghrib, pukul 18.00 hingga 20.00 WIB, di Kampung Sejarah Al-Munawwar, 13 Ulu.
Puncak kegiatan berlangsung pada hari Ahad (8 Februari 2026). Agenda pagi dimulai dengan Haul Habib Abdullah bin Idrus Shahab dan Habib Abdurrahman bin Hamid di Kampung Sejarah Sei Bayas, 8 Ilir, pukul 06.30 hingga 08.15 WIB.
Selanjutnya, jemaah mengikuti Ziarah Kubro Ulama dan Auliya Palembang Darussalam mulai pukul 08.15 WIB dengan rute Pemakaman Al-Habib Pangeran Syarif Ali BSA, Kawah Tengkurep, hingga Kambang Koci.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan wisata bahari religi menyusuri Sungai Musi mulai pukul 16.00 hingga 19.00 WIB, dengan rute dari Benteng Kuto Besak (BKB) menuju Makam Kiai Muara Ogan.












