Acara groundbreaking pembangunan fasilitas ramah lingkungan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 20 Januari 2026.

Pembangunan proyek ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pertanian serta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pemilihan lokasi Kabupaten Banyuasin didasarkan pada potensi sumber daya lokal yang melimpah ā daerah ini menempati peringkat keenam sebagai penghasil kelapa terbesar di Indonesia dengan luas areal tanam mencapai 56.000 hektar.
“Peristiwa ini menorehkan babak baru sejarah bagi Kabupaten Banyuasin. Hadirnya industri biofuel untuk penerbangan menjadi tonggak kemajuan sekaligus bukti komitmen kita dalam mengembangkan energi terbarukan yang berkelanjutan,” ujar Bupati Askolani dalam pidatonya.

Proyek ini membawa prospek strategis bagi perekonomian daerah, khususnya meningkatkan kesejahteraan petani kelapa di seluruh Kabupaten Banyuasin.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin menegaskan kesiapan penuh dalam mendukung setiap langkah investasi yang masuk, dengan fokus utama pada kemajuan bersama dan kesejahteraan masyarakat luas.












