Spread the love
Post Views: 2,396
Kinerja LPTQ diukur melalui dua indikator utama: pencapaian prestasi di tingkat nasional hingga internasional, serta peningkatan minat baca Al-Qur’an sekaligus penurunan angka buta aksara Al-Qur’an di seluruh wilayah.
“Parameter LPTQ itu dua, pertama prestasi. Kedua meningkatnya minat baca Al-Qur’an dan berkurangnya buta aksara Al-Qur’an,” tegas Herman Deru dalam sambutannya.
Gubernur mengapresiasi capaian kepengurusan sebelumnya yang berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi.
Selain itu, Herman Deru menekankan peran krusial FU3SS dalam menjaga tali ukhuwah dan stabilitas sosial. Indikator keberhasilan lembaga ini meliputi terciptanya kondisi masyarakat bebas konflik serta kemampuan mencegah perpecahan, baik di dalam lingkup umat beragama maupun antarumat beragama.
“Sumsel ini heterogen. FU3SS harus menjadi jembatan dan perekat agar tidak terjadi perpecahan,” jelasnya.
Gubernur juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas yang berpotensi memicu kepanikan, termasuk isu kenaikan harga bahan pokok yang dapat mendorong perilaku borong sembako.
“Jangan sampai masyarakat panik karena isu yang belum jelas. Ini juga menjadi tugas FU3SS untuk menenangkan,” tambahnya.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi antar pihak serta mempercepat pelaksanaan program kerja yang telah direncanakan.
Ketua Harian LPTQ Sumatera Selatan Ahmad Iskandar Zulkarnaen menegaskan bahwa LPTQ dan FU3SS memiliki visi yang sejalan dalam upaya membumikan ajaran Al-Qur’an.

Dengan langkah konkret yang telah diatur, momentum pengukuhan ini diharapkan menjadi tonggak awal terwujudnya masyarakat Sumsel yang cerdas beragama, harmonis dalam keberagaman, dan mampu menjaga stabilitas serta kemajuan bersama – sesuai harapan yang disampaikan pada pembukaan acara pengukuhan. (*/Andrian)














