Acara yang dihadiri ribuan peserta ini menegaskan desa sebagai pijakan esensial pembangunan nasional, sekaligus menggerakkan seluruh komponen untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat desa.

“Desa bukan hanya unit administratif dasar, melainkan motor penggerak yang menentukan kemajuan negara kita secara menyeluruh,” tegas Muchendi dalam pidatonya.
Pemerintah daerah mengajak seluruh perangkat desa untuk bersinergi dalam mengembangkan berbagai aspek pembangunan, mulai dari penyempurnaan infrastruktur dasar, penguatan ekosistem ekonomi lokal, hingga pemantapan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Beberapa poin krusial yang menjadi fokus utama dilaksanakan meliputi:
- Penguatan ketahanan pangan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan masyarakat
- Penurunan angka stunting dengan program intervensi gizi terpadu dan berkelanjutan
- Pembangunan basis data desa yang akurat, terpercaya, dan menjadi dasar penetapan kebijakan
- Pengawasan serta evaluasi berkelanjutan program makan bergizi gratis bagi anak-anak usia sekolah
- Pengembangan Koperasi Merah Putih untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan kemandirian masyarakat desa
Menanggapi kondisi cuaca yang tidak menentu di awal tahun 2026, Bupati memberikan arahan khusus terkait keselamatan dan keamanan warga, terutama bagi desa-desa yang terletak di sepanjang bantaran sungai di wilayah Kecamatan Kayuagung.
Berdasarkan laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan tinggi masih berpotensi menyebabkan risiko banjir dan longsor.
“Kondisi cuaca saat ini belum dapat dipastikan membaik dalam waktu dekat. Saya menginstruksikan seluruh perangkat desa untuk aktif melakukan sosialisasi kepada warga, mengawasi keamanan anak-anak dan keluarga, serta meningkatkan kepedulian sosial sebagai langkah preventif menghadapi potensi bencana,” jelas Muchendi dengan tegas.
Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Penyiaran, berita ini disusun dengan prinsip objektivitas, akurasi, transparansi, dan tidak mengandung unsur yang merugikan pihak manapun.
Dengan momentum Hari Desa Nasional 2026 ini, pemerintah Kabupaten OKI berkomitmen untuk terus mengangkat derajat desa sebagai wahana pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Seperti yang ditegaskan pada pembukaan acara, desa adalah fondasi kemajuan negara – dan melalui kerja sama yang solid serta komitmen yang tinggi, setiap langkah pembangunan akan membawa manfaat nyata dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat OKI. (*/Red)











