Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Menjelang akhir tahun 2024, Gubernur provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terpilih, H Herman Deru bersama dengan Bupati OKI terpilih H Muchendi Mahzareki menggelar kegiatan Riding Menyala Akhir Tahun 2024 dari Palembang – Kayuagung. Sabtu (28/12/2024).
Dalam kegiatan Riding Menyala tersebut, gubernur Sumsel terpilih H Herman Deru ditemani bupati OKI terpilih, H Muchendi Mahzareki bersama para ketua dan anggota komunitas sepeda motor lainnya yang melaju dari rumah kayu HD–CU di Palembang menuju Dinasti Land Kayuagung di Jalan Sepucuk, Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kota Kayuagung, kabupaten OKI. saat tiba di Dinesti Land, menyantap hidangan buah durian yang telah di sediakan dan di warnai suasana riang gembira tampak mewarnai acara itu.

Photo Dok : Radarkeadilan.com
“Mudah-mudahan ke depan target kita, kita ambil posisi terjauh naik sepeda motor, tapi Pak Muchendi harus ikut ke Lubuk Linggau,” ungkap Deru saat menyampaikan sambutannya. Tidak hanya mengajak, Herman Deru juga meminta supaya Muchendi mengeluarkan motor–motor simpanannya.
“Motor–motor simpanan itu keluarkanlah, tadi saya lihat banyak simpanan motor yang keluar. Cuma tetap, bahwa ini riang gembira bukan mau balap-balapan. Kalau sekali–sekali ngetes karburator iya bolehlah,” ujarnya.
Herman Deru menilai kegiatan Riding yang mereka lakukan hari ini merupakan untuk mempererat silaturahmi pemerintah provinsi Sumsel dan Kabupaten OKI.
“Banyak mintanya. Belum dilantik saja permintaannya sudah banyak. Jalan Mesuji, Pantai Timur, karena dia mengawani naik motor, maka saya iyakan semua tadi,” canda Deru sembari meminta agar Muchendi sering–sering mengundangnya.
Ia menambahkan, dengan menyisihkan sedikit waktu pada hari ini, mereka dapat merasakan kebahagian. Bergabung dengan para komunitas motor tanpa membedakan kasta, golongan dan pangkat.
“Kita sama-sama di jalan raya tadi, berangkat dan sampainya pun sama. Artinya, kita berbaur dalam kebahagian, mudah-mudahan ini dapat memperkuat silaturahmi diantara kita,” tuturnya.
Deru berharap, kegiatan tersebut sebagai pemantik untuk mereka membuat inovasi–inovasi baru dan sebagai ajang refreshing.
“Bagaimana kita tidak terlibat dalam kejenuhan. Kejenuhan itu adalah ancaman untuk menjadikan kita manusia malas. Ketika malas, maka kuranglah produktivitas,” imbuhnya.














