Proyek yang dibangun melalui Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) PT OKI Pulp & Paper Mills di Kecamatan Air Sugihan menjadi bukti nyata sinergi efektif antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam percepatan pemerataan pembangunan di wilayah terluas di Sumatera Selatan.
Peresmian dilakukan oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, yang menegaskan luasnya wilayah OKI menjadi tantangan utama dalam mewujudkan pembangunan yang merata.
Keterbatasan anggaran pemerintah daerah membuat keterlibatan dunia usaha menjadi komponen penting yang tidak dapat dihindarkan.
“Kabupaten OKI memiliki wilayah yang sangat luas. Pemerataan pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sinergi dengan dunia usaha harus dibangun secara terkoordinasi untuk mencapai target pembangunan,” tegas Deru.
Dengan puluhan Izin Usaha Perkebunan (IUP) yang tersebar di seluruh wilayah OKI, kolaborasi antara pemerintah dan korporasi diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendukung penanganan permasalahan lingkungan – termasuk kebakaran hutan dan lahan.
“Apa yang dilakukan PT OKI Pulp & Paper Mills melalui program CSR ini layak mendapatkan apresiasi. Proyek ini bukan sekadar membangun jalan fisik, melainkan membuka akses ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” jelas Deru.

Sebelumnya, perusahaan telah bekerja sama membangun jalan sepanjang 4,3 kilometer di wilayah yang sama.
“Kontribusi perusahaan sangat membantu percepatan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Air Sugihan. Kolaborasi seperti ini menjadi kunci agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan secara merata oleh masyarakat,” ucap Muchendi.
Selain dukungan dari sektor swasta, pemerintah daerah juga mengalokasikan dana Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) dari Provinsi Sumatera Selatan untuk pembangunan jalan cor sepanjang 1,2 kilometer di Ibu Kota Kecamatan Desa Kerta Mukti, Jalur 27 Air Sugihan.
Dalam kunjungan sebelumnya saat meninjau lokasi banjir, perusahaan juga telah berkomitmen melakukan normalisasi sungai serta mendukung penyediaan akses air bersih bagi masyarakat setempat.
“Kerja sama yang konstruktif ini diharapkan terus berlanjut dan menjadi model kemitraan pembangunan yang dapat diterapkan di wilayah lain di Kabupaten OKI,” tambah Muchendi.
Terkait penguatan layanan dasar, pembangunan Sarana Pengolahan Air Minum (SPAM) Air Sugihan akan dilanjutkan tahun ini melalui pembangunan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Instalasi tersebut akan memanfaatkan intake dari fasilitas PT OKI Pulp & Paper Mills, dengan target mencapai 7.200 sambungan rumah yang akan dikoordinasikan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten.
Vice Director PT OKI Pulp & Paper Mills Gadang Harto Hartawan menjelaskan proyek jalan rabat beton tersebut dirancang dengan spesifikasi tinggi – meliputi pengecoran setebal 21 sentimeter dengan lebar jalan 8 meter.
“Pembangunan jalan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional kami,” jelas Gadang.

Proyek ini dimulai pada Oktober 2025 dengan durasi pengerjaan sekitar dua bulan.
Jalan yang sebelumnya dalam kondisi rusak dan sulit dilalui kini diharapkan memperlancar arus transportasi dan perdagangan, sekaligus memperkuat konektivitas sosial dan ekonomi antara Kecamatan Bukit Batu dan Air Sugihan sebagai jalur distribusi penting menuju kawasan industri dan permukiman warga.
Dengan berbagai upaya kolaboratif ini, pembangunan infrastruktur di OKI terus menunjukkan kemajuan yang signifikan – membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi tantangan pembangunan di wilayah dengan luas yang besar. (*/HS)









