Arus kendaraan di jalan tol mencapai 459.476 unit, dengan pertumbuhan signifikan pada ruas strategis seperti Tol Terpeka dan Tol Indralaya–Prabumulih.
Namun, peningkatan mobilitas masyarakat berdampak pada kenaikan angka kecelakaan lalu lintas, dari 80 kasus tahun sebelumnya menjadi 129 kasus pada tahun ini – menjadi poin evaluasi utama untuk langkah ke depan.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menegaskan capaian operasi sebagai hasil kerja keras seluruh personel.
“Selama 13 hari pelaksanaan, seluruh personel menjalankan tugas tanpa henti. Capaian yang diraih merupakan hasil dedikasi bersama dari semua pihak, namun peningkatan angka kecelakaan menjadi tanggung jawab kami untuk menyusun langkah perbaikan yang lebih optimal di masa mendatang,” ucapnya.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan transparansi data sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik.
“Kami sampaikan seluruh data operasi secara terbuka dan jelas. Ada capaian yang menunjukkan perkembangan positif, serta poin yang menjadi bahan evaluasi mendalam. Semua ini bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Keberhasilan Operasi Ketupat Musi 2026 juga didukung oleh sinergi lintas sektor, dengan melibatkan ribuan personel gabungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang masih dalam perjalanan arus balik untuk mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik prima, serta memanfaatkan layanan kepolisian melalui Call Center 110 kapan saja.
Dengan demikian, Operasi Ketupat Musi 2026 ditutup dalam kondisi aman dan kondusif.
Polda Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmen untuk terus menyempurnakan strategi pengamanan dan pelayanan pada setiap operasi kepolisian mendatang, guna memberikan rasa aman dan nyaman yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Sumatera Selatan. (*/Andrian)










